Saksi mata yang kediamannya tidak jauh dari kediaman korban, Bubun (55), menuturkan dirinya saat itu melihat api tiba-tiba membesar dan dalam hitungan menit api meluluh lantahkan rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu dan bambu, Sabtu (9/6/2012) petang.
"Wah, paling 5 meni api sudah menghabiskan seluruh bagian rumah," kata Bubun kepada wartawan, Sabtu (9/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bubun, sang nenek tidak mampu menyelamatkan diri saat api mulai berkobar di kediamannya itu. Korban, kata Bubun, mengidap stroke. Sementara anggota keluarga lainnya saat peristiwa terjadi sedang bepergian.
"Anggota keluarganya saat kebakaran terjadi sedang bepergian," kata Bubun.
Kapolsek Bayongbong, Kompol A Kustia, menyatakan penyebab kebakaran diduga dari tungku yang lupa dimatikan, mengingat saat kebakaran terjadi, nenek Eroh hanya seorang diri di rumah.
Akibat kebakaran tersebut kerugian materi mencapai Rp. 80 juta. Kebakaran sendiri tidak merambat ke pemukiman warga lainnya yang bersebelahan dengan rumah korban.
(ahy/ahy)











































