"Ini tarik menarik mengenai bagaimana eksistensi parpol di belakangnya. Dari survei ini saya berani menilai bahwa publik itu cerdas. Jadi mereka melihat anggota DPR lebih mengutamakan partainya daripada tugasnya sebagai wakil rakyat," kata peneliti SSS, Ari Nurcahyo, di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (9/6/2012).
Menurut Ari, anggota DPR kerap mengutamakan kepentingan partainya dibanding kepentingan rakyat. Hal tersebut ditambah dengan ambisi pribadi anggota DPR yang tak sungkan menunjukkan keserakahannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang, menilai maraknya korupsi yang terjadi di DPR disebabkan karena kurangnya kontrol bagi DPR. Termasuk kontrol dari parpol kepada politisinya yang menjadi wakil rakyat.
"Rumus korupsi itu kan ada kekuasaan, ditambah dengan kekuatan, dikurangi oleh kurangnya kontrol. Itu rumusnya korupsi. Betul bahwa DPR tidak memegang uang. Tapi kekuasaan anggarannya besar," ujarnya.
(trq/lh)











































