Krisis Nuklir, Korut Tetap Tidak Menerima Tawaran AS
Kamis, 19 Agu 2004 13:01 WIB
Jakarta -
Pemerintah Korea Utara (Korut) tetap tidak memperlihatkan tanda-tanda untuk menerima tawaran AS demi menghentikan program nuklirnya. Demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Alexander Downer.Korut juga tidak memberikan kepastian bahwa pihaknya akan menghadiri dialog enam negara putaran berikutnya, sebuah forum yang membahas ambisi nuklir negeri komunis itu. Demikian disampaikan Downer usai kunjungan ke Korut."Respons mereka terhadap paket (insentif) AS sangat negatif," tukas Downer kepada wartawan Australia seperti diberitakan AFP, Kamis (19/8/2004).Pada pertemuan multilateral di Beijing, Cina, Juni lalu, Washington menyatakan bahwa jika Pyongyang menutup semua fasilitas senjata nuklirnya dalam waktu tiga bulan, maka AS akan memberikan paket bantuan ekonomi dan diplomatik untuk negara miskin itu.Washington juga berjanji akan memberikan jaminan keamanan bahwa negara itu tidak akan menyerang Korut. Namun Pyongyang menolak tawaran itu. Ditegaskan bahwa Korut menginginkan bantuan dan jaminan keamanan terlebih dahulu, sebelum membekukan program nuklirnya.Pemerintah Korut pekan ini menyatakan pihaknya mungkin tidak akan menghadiri pertemuan awal guna menyiapkan dialog enam negara soal nuklir. Menurutnya, tidak ada yang diharapkan dari pertemuan multilateral itu karena adanya kebijakan garis keras AS.
(ita/)










































