Daftar pemilih tetap (DPT) yang dikeluarkan KPUD masih dinilai bermasalah oleh 5 pasangan cagub-cawagub. Bahkan Ahok menilai KPUD tidak punya niat baik untuk membenahi daftar para pemilih itu.
"Memang tidak ada niat untuk membenahi, tapi ada niat menghilangkan hak pilih warga. Ini kejahatan demokrasi," ujar Ahok saat berkunjung ke Kampung Beting Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Jumat (8/6/2012).
Ahok mengatakan, saat ini tim suksesnya sedang melakukan persiapan dan pengumpulan data untuk mempidanakan masalah DPT ini. Agar pengadilan nanti bisa membuktikan apakah ada kesalahan dari KPU DKI maupun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dalam penetapan jumlah DPT ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena jika tidak diungkap, maka ini akan memunculkan ketidakpercayaan publik kepada pejabat," imbuhnya.
Ahok juga mengatakan, tidak tertutup kemungkinan jika nanti proses pemilukada ini mengalami penundaan terkait dengan polemik DPT ini. Namun bagi Ahok, sepertinya KPUD selalu punya alasan atas keputusan yang mereka ambil walau bermasalah.
"Kalau 5 pasangan ini kompak, kemungkinan kita akan tunda (Pilkada-red). Kalau DPT tidak jelas kita tunda. Tapi biasanya KPU selalu alasannya tidak bisa menunda karena undang-undang kuat, dan terus memanfaatkan (UU) ini. Nah, saya bilang, siapapun yang curang, terkutuklah dia sampai neraka paling dalam," ujar Ahok.
(gah/gah)










































