Komplotan Bajing Lompat Tanjung Priok Diringkus Polisi

Komplotan Bajing Lompat Tanjung Priok Diringkus Polisi

David Saut - detikNews
Jumat, 08 Jun 2012 19:51 WIB
Jakarta - Polres Jakarta Utara berhasil meringkus komplotan bajing lompat spesialis besi yang beroperasi di kawasan pelabuhan Tanjung Priok. Ironisnya salah seorang pelaku pencurian ini adalah anak berusia 8 tahun.

"Ini agenda rutin dalam operasi Pekat Jaya, sasarannya yang meresahkan masyarakat. Mereka terjaringnya sekitar pukul 12.30 WIB tadi, di lampu merah Mambo Jakarta Utara," kata Kanit PPA Polres Jakarta Utara, AKP Sri Pamujiningsih, pada wartawan di Mapolres Jakarta Utara, Jumat (8/6/2012).

Pantauan detikcom di Mapolres Jakarta Utara, ada 19 orang yang diduga sebagai anggota komplotan bajing lompat. Usianya mulai dari 8 tahun hingga 25 tahun. Karena tidak ada barang bukti yang berhasil ditemukan pihak kepolisian, akhirnya 16 orang dikirim ke panti sosial Bina Insan, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan sisa 3 orang dijemput oleh keluarga mereka. Operasi ini sendiri sudah dijalankan sejak tanggal 1 Juni hingga 21 Juni 2012.

"Yang dibawa 16 orang, yang sisanya diambil keluarga. Nggak ada yang ditahan karena nggak ada barang buktinya," ungkap Sri.

Di lokasi yang sama, seorang anak berusia 8 tahun yang terjaring mengaku tidak ingin menjalankan profesi yang meresahkan tersebut. Namun tidak banyak yang bisa ia perbuat karena ikut-ikutan teman-temannya.

"Mau saya sekolah tapi belum ada duit. Pertama-tama diajak temen. Saya kepaksa karena ada yang maksa," kata Fr pada wartawan(8/6).

Fr hanya mendapatkan upah dari tindakan mencuri besi-besi sebesar Rp 5000. Ia juga mengungkapkan adanya kode berupa pita untuk setiap bajing lompat yang menunjukkan wilayah operasi masing-masing.

"Dikasih upah saja, Rp 5000 sama teman-teman saya, bajilo juga. Yang pakai pita anak Plumpang warna kuning biru, ditaruh di baju. Saya anak Mambo, warnanya kuning hijau," ungkap Fr.

(lh/lh)


Berita Terkait