Mega Sindir Klaim SBY yang Tak Butuh Koalisi Parpol

Mega Sindir Klaim SBY yang Tak Butuh Koalisi Parpol

- detikNews
Kamis, 19 Agu 2004 12:43 WIB
Jakarta - Capres PDIP Megawati menyindir pernyataan rivalnya, capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, yang lebih mementingkan dukungan rakyat daripada koalisi parpol. Menurut Mega, tanpa koalisi pemerintahan bisa tidak berjalan."Saya bilang ke Pak Hamzah (Ketua umum PPP Hamzah Haz, red), kalau ada yang bilang partai tidak diperlukan karena yang diperlukan adalah dukungan rakyat, lalu saya menyatakan Bapak bisa membayangkan tidak, kalau saya hanya dipilih rakyat saja lalu suatu saat dukungan itu tidak diperlukan karena rakyat merasa tidak butuh memberikan dukungan maka saya akan ditinggalkan sendirian," kata Mega.Mega, dalam sambutan tanpa teks saat deklarasi koalisi empat parpol pendukung duet Mega-Hasyim di Ballroom Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta, Rabu (19/8/2004) siang, kemudian menambahkan, "Tetapi kalau saya didukung aspirasi yang dikumpulkan melalui partai politik maka saya akan berjalan. Seluruh dunia rasanya akan seperti itu." SBY dalam berbagai kesempatan memang menegaskan dirinya lebih mementingkan berkoalisi dengan rakyat daripada berkoalisi dengan parpol politik. Ini sesuai dengan jalannya pemilihan presiden secara langsung oleh rakyat.Dalam sambutannya Mega juga mengajak partai-partai lain untuk bergabung dalam koalisi mendukung dirinya. "Kepada teman-teman lain yang ingin bergabung saya sebagai Ketua umum PDIP mempersilakan dan sangat mengharapkan dukungan tersebut," katanya.Mega, yang mengenakan batik coklat dan tampak bersuka cita dan berbinar-binar, juga menceritakan ia sering berdoa meminta ditunjukkan seperti apa pimpinan nasional yang dibutuhkan rakyat Indonesia untuk mewujudkan harapan dan cita-cita rakat."Insya Allah doa saya dikabulkan. Bukan karena Mega sebagai presiden, tapi ini adalah doa warga bangsa yang menghendaki rakyatnya agar terwujud tujuan proklamasi yang dicita-citakan. Tapi itu adalah sebuah proses berbangsa dan bernegara," demikian Megawati. (gtp/)


Berita Terkait