"Ada beberapa kurir dan perantara yang masih kita buru dalam kaitan peredaran senpi ilegal ke pelaku kejahatan bersenjata api," ujar Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/6/2012).
Herry mengatakan, pihaknya masih memburu 4 tersangka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Mereka adalah tiga orang perantara berinisial A alias AY, B dan KI serta seorang kurir berinisial KO.
Menurut Herry, para DPO ini diduga ikut berperan aktif dalam peredaran senjata api rakitan ilegal.
"Dari beberapa tersangka pelaku kejahatan pencurian dengan kekerasan bersenjata api, mereka mengaku mendapatkan senjata itu selain dari Doni Buntung, tapi dari kurir dan perantara ini," paparnya.
Penggerebekan home industry senjata api rakitan di Cipacing, Sumedang, Jawa Barat merupakan rangkaian dari pengungkapan perampokan toko emas Ciputat pada awal Februari 2012 lalu. Dari keterangan Wongso, salah satu pelaku perampokan toko emas Ciputat ini, diperoleh informasi sumber senjata api rakitan dari tersangka Teten.
Untuk diketahui, aparat Resmob Polda Metro Jaya menyita sedikitnya 11 pucuk senjata api rakitan dari kelompok perampok toko emas di Ciputat ini. 10 Pucuk senjata api rakitan yang dimiliki para perampok ini berasal dari Cipacing.
Petugas kemudian mengembangkan informasi tersebut. Hingga akhirnya polisi menangkap Doni Rahman alias Doni Buntung pada tanggal 6 Juni 2012 lalu. Doni Buntung adalah residivis yang menjual senjata api kepada kelompok perampok.
Dari keterangan Doni Buntung ini diperoleh informasi sumber senjata api yang berasal dari tersangka Teten. Petugas kemudian mengeler Doni Buntung untuk melakukan transaksi dengan tersangka Teten di kawasan Cileunyi, Bandung.
Namun, saat dilakukan transaksi, keduanya melarikan diri ke Tol Cileunyi hingga Tol Bekasi. Pelarian keduanya berakhir di Cawang, Jakarta Timur, dekat pintu tol Jagorawi.
Di situ, petugas dan kedua tersangka terlibat baku tembak. Kedua tersangka pun tewas setelah diberondong peluru petugas.
(mei/van)











































