Ceritanya, terjadilah sebuah kecelakaan lalu lintas di Out Metha, Dubai. Seorang perempuan Filipina berumur 40 tahun menabrak sebuah kendaraan. Lalu datanglah seorang polisi berusia 30 tahun menangani perkara ini.
Β
"Dia berkata kepada saya bahwa dendanya antara 1.000-5.000 dirham dan 10 poin hitam. Saya kaget karena dendanya sangat besar. Saya minta dia untuk menguranginya. Dia berjanji membantu saya dan memberi saya nomor ponselnya," cerita perempuan Filipina itu seperti diberitakan 7daysindubai.com, 15 Mei 2012.
Lewat hubungan telepon selanjutnya, polisi itu berkata bahwa dia cinta perempuan itu dan hanya ingin ciuman darinya. Perempuan Filipina itu tidak terima. "Saya lalu mengirim keluhan kepada Kantor Polisi Dubai lewat email. Mereka menjawab dan meminta saya membantu dengan sebuah jebakan," ujarnya.
Perempuan itu lalu menyusun rencana bertemu polisi nakal itu di Bur Dubai dan masuk ke mobilnya. "Dia mengambil tiket tilang dari saya dan meminta berhubungan seks," ujar perempuan itu.
Nah, tim kepolisian lantas menciduk polisi nakal itu. Polisi itu ditangkap dengan celananya yang melorot di belakang sebuah mobil. Polisi itu tentu saja menyangkal tuduhan permintaan suap tersebut.
Hal serupa juga terjadi di Selandia Baru sebagaimana diberitakan tvnz.co.nz 21 Mei 2012. Seorang polisi diadili di Pengadilan Wanganui dengan tuduhan korupsi. Korupsi itu berupa dia meminta imbalan dalam bentuk kenikmatan seks, dengan janji tidak membawa si pelanggar lalu lintas ke penuntutan.
Tindak pidana itu terjadi bulan awal Februari 2012. Polisi itu kemudian dinonaktifkan setelah kasusnya terkuak. Dia akan muncul di pengadilan lagi pada 19 Juli.
(nrl/)











































