Keterangan yang diperoleh di Medan menyebutkan, ledakan itu terjadi Kamis dinihari sekitar pukul 02.30 WIB. Tidak diketahui bagaimana, bom rakitan itu tiba-tiba meledak di depan rumah Selamet. Warga yang melakukan pemeriksaan kemudian menemukan benda mencurigakan yang lainnya di depan warga yang lainya.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Langkat, AKBP L. Eric Bhismo menyatakan, pihaknya sudah mengamankan tujuh unit bom rakitan lainnya dari lokasi. "Seluruhnya ada delapan, tetapi satu meledak," tukas Eric kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ini jenis yang low explosive. Sangat low malah. Tapi kita menurunkan tim penjinak bahan peledak sebab untuk pengamanan. Kita tidak bisa ambil risiko," tukas Eric.
Polisi sudah memeriksa empat saksi utama dalam kasus ini, termasuk Selamet. Sementara motif peletakan bom itu masih dalam penyelidikan. Warga menduga teror ini disebabkan karena ketidaksenangan atas sesuatu masalah, tetapi belum bisa memastikan apa masalahnya.
(rul/mok)











































