Aksi penyerangan terhadap warga yang dilakukan sejumlah oknum TNI dari Yoni 756 Wamena ini terjadi Rabu (6/6)) pukul 15.00 WIT kemarin.
"Mereka melakukan aksi pembalasan di TKP dengan cara menembaki masyarakat yang berada di TKP, juga rumah-rumah warga," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, di Jakarta, Kamis (7/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saud menjelaskan, aksi brutal yang dilakukan sejumlan oknum TNI tersebut dipicu kematian dua rekan mereka beberapa jam sebelumnya pada hari yang sama. Dua anggota TNI dari Yonif 756 Wamena menjadi bulan-bulanan warga di Km 11 Kimbim Honelama, Wamena, Rabu (6/6) sekitar pukul 12.00 WIT.
Salah seorang anggota TNI akhirnya tewas karena ditikam senjata tajam.
"1 Korban meninggal dunia atas nama Pratu Ahmad Sahlan (25)," kata Saud.
Saud menjelaskan peristiwa itu bermula ketika Pratu Ahmad Sahlan (25) dan rekannya, Pratu Saefudin (26) tengah mengendarai sepeda motornya masing-masing.
Namun, saat melintas di lokasi kejadian, pratu Ahmad yang mengendarai Suzuki Satria DS 2048 JQ menabrak balita 3 tahun bernama Devi Wanimbo, hingga berakibat Devi mengalami luka lecet pada bagian kepala.
"Sedangkan korban Pratu Ahmad langsung terjatuh akibat kecelakaan itu," kata Saud.
Melihat peristiwa itu, sejumlah warga yang berada tidak jauh dari lokasi kecelakaan langsung mengeroyok Ahmad. Melihat rekannya diamuk massa, Pratu Saefuddin yang mengendarai Honda Megapro DS 4113 BD langsung berupaya mengamankan rekannya.
"Namun massa semakin brutal dan menggeroyok keduanya," terang Saud.
Akibat peristiwa tersebut Ahmad tewas di lokasi kejadian akibat 2 luka tusukan di dada sebelah kiri. Sedangkan Saefuddin mengalami luka tusuk di pinggang sebelah kanan, luka sabetan benda tajam pada tangan sebelah kanan, serta kaki kanan mengalami patah tulang.
"Korban saat ini kritis dan dirawat di Rumah Sakit Wamena," ujar Saud.
Kasus penembakan tersebut telah ditangani POM TNI. Sementara Polres dan Polda setempat melakukan penyelidikan guna mencari pelaku pengeroyokan yang menyebabkan anggota TNI tewas.
Disinggung mengenai adanya pembakaran rumah warga oleh anggota TNI, Saud menjawab dirinya belum mendapatkan informasi terkait hal itu. "Saya belum mendapat informasi soal itu," kata Saud.
Kasus penembakan tersebut kini telah ditangani POM TNI. Sementara Polres dan Polda setempat melakukan penyelidikan guna mencari pelaku pengeroyokan yang menyebabkan anggota TNI tewas.
Disinggung mengenai adanya pembakaran rumah warga oleh anggota TNI, Saud menjawab dirinya belum mendapatkan informasi terkait hal itu.
"Saya belum mendapat informasi soal itu," pungkasnya.
(ahy/rmd)










































