Salah satunya adalah kendaraan 'bermerek' Sapu Angin 7 karya mahasiswa ITS. Untuk setiap liter FAME (Fatty Acid Methyl Ester)kendaraan roda empat bermesin diesel 210 cc mampu menempuh jarak 149,8 km.
Sebagai renewable diesel, bahan dasar penyusun FAME bukan fosil sebagaimana BBM yang jamak ditemui. Melainkan lemak hewani, nabati, minyak sayur dan bahkan hasil olahan dari limbah minyak goreng alias jelantah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lain lagi dengan Rakata karya ITB. Kendaraan roda tiga berchasis full monoque serupa cerutu sepanjang 288 cm, lebar 77 cm dan tinggi 56 cm ini mampu melaju hingga 244 km untuk setiap liter Ethanol E-100 yang diminum mesin 110 cc-nya.
Sementara mahasiswa UI yang 'bersenjata' Keris, mempunyai kendaraan seberat 60 kg yang dinamai Arjuna. Tiga rodanya yang dihela mesin elektrik mampu melaju hingga 350 km untuk setiap KWh dari baterai lithium.
Tentu masih ada yang memakai BBM sebagai sumber tenaganya. Di antaranya adalah Khatulistiwa karya mahasiswa Poltiteknik Negeri Pontianak (Polnep) yang berbahan fiberglass sepanjang 2,3 meter dengan mesin 100 cc.
"Konsumsinya per liter bisa sampai 300 km," papar mahasiswa periset yang mempresentasikan ke Presiden SBY.
(lh/rmd)










































