Isu Nuklir, Iran Ancam Serang AS atau Israel
Kamis, 19 Agu 2004 09:56 WIB
Jakarta - Isu nuklir Iran kian memanas. Pemerintah Iran mengancam bahwa negaranya bisa saja melancarkan serangan pendahuluan untuk mencegah serangan terhadap fasilitas-fasilitas nuklirnya. Ancaman itu disampaikan Menteri Pertahanan Iran Ali Shamkhani dalam wawancara dengan stasiun televisi berbahasa Arab, Al-Jazeera seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (19/8/2004)."Kami tidak akan duduk diam menunggu apa yang akan dilakukan pihak lain kepada kami. Sejumlah komandan militer di Iran yakin bahwa operasi preventif yang dibicarakan Amerika bukanlah monopoli mereka," tutur Shamkhani ketika ditanya mengenai kemungkinan gempuran AS atau Israel terhadap fasilitas nuklir Iran."Amerika bukan satu-satunya yang ada di wilayah ini. Kami juga ada, dari Khost ke Kandahar di Afghanistan; kami ada di Teluk dan kami bisa berada di Irak," cetus pejabat tinggi Iran itu."Keberadaan militer AS (di Irak) tidak akan menjadi elemen kekuatan (bagi Washington) di mata kami. Yang benar adalah sebaliknya, karena pasukan mereka bisa menjadi sandera di tangan pasukan Iran jika terjadi serangan," imbuhnya.AS bersikeras menuding Iran mengembangkan program nuklirnya untuk menghasilkan senjata. Tuduhan ini berulang kali dibantah negara republik Islam itu. Sebelumnya, pemerintah Teheran telah mengingatkan bahwa rudal yang dimilikinya bisa menjangkau Israel, sekutu dekat AS, jika negeri Yahudi itu mencoba untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.
(ita/)











































