Dukungan Parpol ke Mega Manuver Jangka Pendek

Dukungan Parpol ke Mega Manuver Jangka Pendek

- detikNews
Kamis, 19 Agu 2004 09:01 WIB
Jakarta - Dukungan parpol kepada pasangan Mega-Hasyim dinilai sebagai manuver jangka pendek. Tujuannya hanya untuk kepentingan elit parpol dan bukan kepentingan rakyat.Penilaian itu disampaikan peneliti CSIS Indra J Piliang dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (19/8/2004). Menurut Indra, inkonsistensi telah menjadi tradisi politik di Indonesia. Politisi menganggap inkonsistensi telah menjadi sesuatu yang biasa. Terpilih atau tidaknya pasangan Mega-Hasyim tidak menjamin keabadian dukungan itu. "Kalau Mega kalah, saya tidak yakin mereka tetap akan mendukungnya karena kecenderungan politik berkiblat ke istana. Bisa saja ada individu (dari parpol), atau bahkan atas nama parpol ikut ambil bagian dalam pemerintahan SBY," ujarnya. Keadaan yang sama, lanjut Indra, juga bisa terjadi meski pasangan Mega-Hasyim itu menang pada pilpres putaran kedua. "Apabila Mega-Hasyim jadi pun, saya juga tidak terlalu yakin akan terus didukung. Partai kita tidak terlalu teguh pada konstituen. Berapa banyak aliansi, koalisi atau poros yang terbentuk selama 5 tahun terakhir, tidak ada yang konsisten," katanya. Indra juga tidak yakin koalisi parpol yang mendukung Mega akan direspon massa di bawah. Karena, hal terpenting yang dapat menarik dukungan arus bawah adalah platform ke depan pasangan capres-cawapres. "Dokumen politik ke depan itulah yang harus disebarkan ke konstituen. Saya pesimis koalisi itu bisa meningkatkan dukungan dari massa di bawah," ungkapnya. Pandangan senada juga diungkapkan peneliti LIPI Indria Samego. Menurut Indria, koalisi mendukung pasangan capres tertentu hanya untuk kepentingan pragmatis. Jika Mega kalah, apakah tetap didukung? "Ya nggak lah. Kalau SBY jadi mereka juga mau. Tujuannya hanya pragmatis," tuturnya. (rif/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads