"Sejak awal, 70 persen nasabah berada dari luar DKI Jakarta," kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Kabuptaen Kompol Shinto Silitonga kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (6/6/2012).
"Jadi kalau ditangani, penanganannya bisa lintas sektoral, sehingga direncanakan akan dilimpahkan ke Mabes Polri," lanjut Shinto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan iming-iming bonus berupa uang dan produk sembako, para investor tertarik untuk menginvestasikan dananya di KLB. Dana yang diinvestasikan bervariatif, mulai dari Rp 5 juta hingga ratusan juta rupiah.
Bahkan, beberapa di antaranya ada yang menginvestasikan dananya hingga miliaran rupiah. "Tapi itu yang kolektif," kata Kapolres Tangerang Kabupaten Kombes Bambang Priyo Andogo, kemarin.
Banyaknya investor yang tertarik menginvestasikan dananya, membuat KLB maju pesat. Sejak Januari hingga Oktober 2011, dana yang terhimpun mencapai Rp 6 tirliun.
Awalnya, bonus dan produk yang dijanjikan KLB berjalan mulus. Namun, mulai Februari 2012, KLB mulai mengalami kemacetan dalam pencairan bonus. Manajemen KLB terus menunda-nunda pembayaran dengan berbagai alasan. Hingga sang pimpinan, Haji Jaya Komara pun menghilang.
(mei/mad)











































