"Untuk pemulangan masih menunggu sampel DNA, nanti kalau sudah selesai sampel DNA bisa dikirim. Bisa via email dikirim ke sana (Nigeria)," ujar Supervisi Engineer Dana Air, Faisal, kepada detikcom, Rabu, (6/6/12).
Menurut Faisal, hasil tes DNA keluarga korban sangat diperlukan dalam mengidentifikasi korban, karena kondisi jenazah sulit dikenali.
"Menurut teman di sana (Nigeria), jenazah korban sulit dikenali, karena kondisinya terbakar semua," tutur Faisal.
Sebelumnya, tim forensik Polri telah melakukan pengambilan sampel DNA terhadap keluarga korban, Widyo Utomo. Diharapkan, dari pencocokan DNA jasad Widyo bisa segera dikenali.
"Karena dari observasi pandang, memang susah untuk diidentifikasi karena sangat bergantung dari DNA," jelas Menteri Luar Neegri, Marty Natalegawa, Rabu, (6/6).
Sementara itu, hingga saat ini keluarga masih menunggu kedatangan jenazah Widyo Utomo. Keluarga tak bisa memaksa untuk cepat dipulangkan, karena memahami sulitnya identifikasi dan proses pemulangan dari Nigeria ke Indonesia.
"Kita engga bisa paksakan, tapi secepatnya saja dipulangkan," ujar kakak Widyo Utomo, Priyo Sukmo Wardoyo, Rabu, (6/6).Â
(gah/ndr)











































