Pemilu masih akan digelar dua tahun lagi. Namun jika pemilu digelar hari ini, partai manakah yang akan menjadi pemenang? Partai Golkar diprediksi menjadi partai pemenang.
Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) di 163 kabupaten di 33 provinsi di Indonesia. Survei yang dilakukan pada 14-24 Mei 2012 dengan menggunakan metode survei stratified random sampling itu menempatkan partai pimpinan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai partai yang paling banyak dipilih responden dengan perolehan 23 persen. Partai berikutnya adalah PDIP (19,6 %), Partai Demokrat (10,7%), Partai Gerindra (10,5%), PKS (6,9 %), Nasdem (4,8 %), PPP (3 %), Partai Hanura (2,7 %), dan PAN (2 %). Sedangkan 0,6 persen responden memilih partai lain.
"Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 2.192 responden," kata Komandan Survei SSS, M Dahlan, di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (6/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilihat dari alasan publik dalam memilih partai, Dahlan mengatakan umumnya menganggap partai tersebut dekat dengan rakyat (21,3 %). Alasan lainnya adalah tokoh dan pimpinan partai (18,2 %), ideologi (12,8 %), program dan isu kebijakan (11,2 %), kinerja parpol sudah terbukti (10,8 %), serta visi dan platform (8,9 %).
Melihat dukungan publik pada partai-partai tersebut, terlihat betapa kuatnya dominasi partai nasionalis. Sebab, lima dari enam partai yang meraih angka di atas ambang batas parlemen adalah partai nasionalis.
"Untuk partai agama, hanya PKS yang aman dari jebakan parliamentary threshold," tuturnya.
Apakah Partai Gerindra dan Nasdem mengulang fenomena partai Demokrat? Partai Nasdem dan Gerindra terekam sebagai dua partai yang mengalami kemajuan. Partai Gerindra mendapat suara 10,5 %. Angka ini jauh melampaui perolehan partai tersebut di Pemilu 2009 yang hanya 4,46 %.
Sedangkan Partai Nasdem yang usianya masih muda memperoleh suara 4,8 %. Angka tersebut naik dibanding dengan survei SSS sebelumnya (Oktober 2011) di mana Nasdem hanya memperoleh 1,7 %. Dengan angka ini, partai yang dibidani Surya Paloh tersebut dapat lolos ke Senayan.
Fenomena kecemerlangan Gerindra dan Nasdem diduga karena memperoleh limpahan suara dari konstituen Partai Demokrat yang kecewa.
(rmd/nrl)










































