"Seperti yang sudah saya katakan diberbagai kesempatan. Saya ini hanya sebagai anggota fraksi yang loyal pada pimpinan. Siapapun yang menjadi anggota fraksi pasti akan mengupayakan seperti yang akan saya lakukan. Kalau saya diminta tolong oleh pimpinan fraksi pasti saya akan menjalankan. Apalagi saya hanya menanyakan lewat telepon kepada BPN. Itu siapapun dan kebetulan yang ditugaskan kepada saya memang saya adalah Komisi II bidang pertanahan," kata Ignatius kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/6/2012).
Apalagi kala itu anggota FPD baru dilantik. Ignatius yang termasuk senior di PD karena di DPR sejak tahun 1998 pun menjadi andalan kalau pimpinan fraksi meminta tolong. Ignatius mengaku tak meminta ongkos apapun.
"Ini super gratis dan super-super gratis,"katanya.
Ignatius memang merasa kecewa kasus Hambalang kemudian menjadi masalah besar. Namun dia tidak merasa dikorbankan.
"Tidak ada istilah dikorban ini kan kita sebagai anggota fraksi yamg mejalankan bagaimana fraksi melakukan dengan baik. Anda harus ingat Andi Mallarangeng baru satu bulan menjadi menteri. Pasti minta tolong kepada saya bukan pada orang lain,"katanya.
Ignatius mengaku tak tahu menahu adanya permainan uang. Dia bahkan mengaku tak tahu harga proyek Hambalang.
"Itu tidak tahu. Itu diluar pengetahuan saya. Itu maaf saja itu tidak tahu. Saya Hambalang saja tidak pernah liat. Saya enggak terlibat sama sekali,"kilahnya.
"Saya enggak ada sama sekali tidak ikut tidak diajak bicara. Saya hanya diminta tolong kepada BPN. Bahwa surat sudah selesai saya ambil dan serahkan kepada ketua fraksi Mas Anas,"tandasnya.
(van/ega)











































