"Apa yang Golkar lakukan dengan Rapimnas untuk menyiapkan Bang Ical sebagai ketum partai yang punya peluang sama," kata Ketua DPP Golkar Rully Chairul Azwar di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (6/6/2012).
Soal hasil survei yang menempatkan posisi Ical di bawah Jusuf Kalla, Golkar tetap optimistis dukungan pemilih kepada Ical akan makin menguat
"Survei tahun 2012 saya pikir masih sangat dinamis, masih sangat cair belum bisa jadi patokan baku. A palagi pemilih rasional belum menentukan sikap," pungkasnya.
Seperti diketahui survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) merilis posisi JK berada di urutan ketiga setelah Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri. Jusuf Kalla dipilih 14,9 persen responden sementara Aburizal Bakrie 10,6 persen di posisi keempat.
"Angka-angka itu masih tidak signifikan perbedannya antar calon. Pak JK, Pak Ical punya peluang sama, tinggal siapa yang menyiapkan diri lebih baik untuk didukung publik," sebut Rully.
Sementara mengenai sosok pendamping Ical, Golkar memilih preferensi suku Jawa. "Kenapa etnis karena pemilih kita tipikalnya masih sosiologis, jadi kedekatan etnis. Suku Jawa lebih signifikan dipadu dengan non Jawa," tuturnya.
Namun cawapres Ical baru akan ditentukan akhir tahun 2013 atau 2014. Rapimnas akhir bulan ini hanya membahas kriteria cawapres.
(fdn/ega)











































