Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, dokumen tersebut disita dari sejumlah pengurus KLB yang diperiksa pada Selasa (5/6) kemarin. Mereka adalah Arifiani Juliani, Prasetyo, Rahadi Subekti, Eneng Rahmawati, Priyono selaku manajer pemasaran KLB dan Zulkifli selaku manajer keuangan KLB.
"Juga diperiksa Agus Endang dari Dinas Koperasi Provinsi Banten," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Juga penyitaan dari Heni Bapepam LK berupa sertifikat kosong penyertaan modal, brosur KLB, Surat Perjanjian Kerjasama Penyertaan Modal KLB-nasabah," lanjutnya.
Sebelumnya, polisi menyita sejumlah aset berupa perangkat komputer di kantor KLB, Cikasungka, Solear, Kabupaten Tangerang. Polisi hingga saat ini masih mendata aset tidak bergerak KLB.
Manajemen KLB telah mengalami kemacetan dalam pencairan bonus kepada para nasabah. Puncaknya, Februari 2012 lalu, para nasabah berdatangan ke kantor KLB untuk menagih pembayaran bonus. Namun, manajemen KLB terus menunda-nunda pembayaran bonus dengan berbagai alasan.
Hingga akhirnya para nasabah kesal. Pada akhir Mei 2012 lalu, ribuan nasabah mengambil produk di gudang KLB. Menurut polisi, pengambilan produk oleh nasabah itu atas seizin manajemen KLB.
Sejak berdirinya di tahun 2011, KLB telah menggalang dana dari sekitar 120 ribu nasabah yang datang dari berbagai daerah. Sejak saat itu, KLB telah menggalang dana hingga triliunan rupiah.
Namun sejak terjadi kemacetan, pimpinan KLB, Ustad Jaya Komara tidak diketahui keberadaanya. Hingga kini, pria beristri empat itu tengah diburu polisi.
(mei/ndr)











































