Safruddin, warga Solo, menyempatkan diri membeli kacamata khusus untuk menyaksikan kejadian tersebut. Dia membeli kacamata gelap dari bahan plastik dan gagang dari kertas tersebut seharga Rp 20 ribu di toko khusus yang menyediakan alat tersebut.
"Sejak tadi pagi saya dan beberapa teman sudah bersiap menyaksikan, tetapi sejak pagi matahari selalu terhalang awan. Menjelang siang ini baru terlihat karena langit cerah. Dengan kacamata khusus ini planet Venus kelihatan jelas sebagai sebuah titik hitam di depan matahari," ujar Safruddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Pesantren Assalam, Pabelan, Sukoharjo, peristiwa transit Venus juga mendapat perhatian khusus. Club Astronomi Santri Assalam (CASA) mengamati langsung peristiwa tersebut semenjak pagi dengan menggunakan teropong khusus. Mereka mengamati pergerakan awal Venus melintas sekitar sejak pukul 05.00 WIB hingga pukul 11.47 WIB, ketika Venus telah keluar dari piringan matahari.
Namun, juga karena terhalang awan, pada pengamatan pagi hari mereka baru bisa melihat langsung peristiwa transit pada sekitar pukul 08.00 WIB hingga 30 menit setelahnya dan kemudian matahari kembali tertutup awan.
"Kami mendukung sepenuhnya kepada para santri yang memiliki ketertarikan pada fenomena astronomi seperti ini sebagai bagian dari pembelajaran kepada santri. Kami juga memerlukan mempelajarinya sebagai sarana pembuktian ilmiah, termasuk diantaranya untuk mengetahui jarak Venus dengan matahari," ujar AR Sugeng, ustaz pengasuh di CASA Ponpes Assalam.
(mbr/try)











































