Periksa Ajudan, KPK Semakin Mengarah ke Gubernur Rusli Zainal?

Periksa Ajudan, KPK Semakin Mengarah ke Gubernur Rusli Zainal?

- detikNews
Rabu, 06 Jun 2012 08:51 WIB
Periksa Ajudan, KPK Semakin Mengarah ke Gubernur Rusli Zainal?
Jakarta - Spekulasi mengenai dugaan keterlibatan Gubernur Riau Rusli Zainal dalam kasus suap PON tampaknya semakin jelas, setelah KPK memeriksa ajudan sang gubernur. KPK semakin mengarah ke Rusli?

"Seorang ajudan itu diluar struktur organisasi. Jadi apa yang dilakukan ajudan memang selalu terkait dengan tuannya," tutur peneliti dari Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM Hifdzil Alim kepada detikcom, Selasa (5/6/2012).

Kabar mengenai dugaan keterlibatan Rusli memang sudah santer terdengar, terutama sejak dia dicegah ke luar negeri bersama Kadispora Riau Lukman Abbas. Apalagi belakangan Lukman turut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembahasan angggaran itu memang selalu melibatkan pihak eksekutif dan legislatif," tukas Hifdzil.

Pada Selasa (5/5) kemarin, ajudan Gubernur Riau Said Faisal alias Hendra diperiksa KPK. Pemeriksaan dilangsungkan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Jl Pattimura, Gobah, Pekanbaru.

"Pemeriksaan terhadap ajudan gubernur Riau ini, untuk melengkapi berkas tersangka sebelumnya," kata Jubir KPK, Johan Budi kepada detikcom, Selasa (5/6/2012).

Rusli sebelumnya membantah terlibat dalam kasus ini. Dia juga membantah mengetahui atau menyetujui gelontoran uang Rp 1,8 miliar.

"Tidak itu," ujarnya usai diperiksa KPK beberapa waktu yang lalu.

Dalam kasus suap PON, KPK menetapkan 4 orang sebagai tersangka. Mereka adalah M Faisal Aswan, anggota Dewan yang tertangkap tangan menerima uang Rp 900 juta dari PT PP dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau. Tersangka kedua adalah Muh Dunir, selaku ketua tim pansus. Dua
orang lagi masing-masing Eka dari Dispora dan Rahmad dari PT PP. Mereka kini ditahan di Mapolda Riau.



(/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini