Ontran-ontran di Dekopin (1)
Matahari Kembar di Dekopin
Kamis, 19 Agu 2004 07:19 WIB
Jakarta - Bak satu perahu dengan dua nahkoda. Itulah yang kini terjadi di tubuh Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). LSM tertua yang mempunyai massa jutaan ini tengah diguncang perpecahan serius, pasca Rapat Anggota Dekopin 14-15 Juli lalu. Pasalnya dalam rapat anggota tersebut, Nurdin Halid, tersangka kasus gula impor ilegal terpilih kembali menjadi Ketua Umum. Nurdin yang mempunyai track record kontroversial ini memicu protes. Buntutnya, tepat satu bulan setelah itu, yakni 13-14 Agustus pekan lalu, mereka yang tidak puas dengan hasil rapat anggota menyelenggarakan rapat anggota sewaktu-waktu dan memilih Benny Pasaribu menjadi Ketua Umum Dekopin yang baru.Selesai sampai di situ? Tidak. Kubu Nurdin Halid tidak terima dan tak mau mengakui kepengurusan baru di bawah pimpinan Benny Pasaribu. "Itu ilegal. Siapa Benny? dari koperasi mana? Kami tak pernah menganggap ada Dekopin baru kecuali hasil rapat anggota bulan Juli yang dibuka Presiden Megawati dan ditutup menteri koperasi," kata salah satu Ketua Dekopin, Irsyad Muchtar kepada detikcom.Irsyad menambahkah bahwa syarat mengadakan rapat anggota sewaktu-waktu, hanya sah jika ditujukan kepada pengurus, dan harus memenuhi quorum, yakni dihadiri oleh 20 persen Dekopin wilayah dan 20 persen induk koperasi. Dan sekarang ini yang tercatat di Dekopin ada 30 dekopinwil dan 58 induk koperasi. "Mereka tidak penuhi syarat itu, kita bisa gugat mereka jika menggunakan lambang Dekopin," tambahnya.Benny Pasaribu, yang masih tercatat sebagai anggota Komisi V DPR menampik tudingan bahwa rapat anggota sewaktu-waktu tidak memenuhi quorum. "Siapa yang bilang. Itu ngawur, tidak tahu kejadian saja menuduh macam macam. Saya nggak mau tanggapi pernyataan tak bermutu," ungkap Benny kepada detikcom.Anggota DPR dari FPDIP ini ganti membeberkan berbagai alasan meng-"kudeta" kepengurusan Nurdin Halid dan kawan-kawan. Antara lain adanya kecurangan yang terjadi sejak rapat anggota Dekopin. Seperti bahan-bahan diberikan pas hari-H. Selain itu kepemimpinan Nurdin Halid dirasakan banyak induk koperasi tidak demokratis, dan justru merugikan citra koperasi.Perseteruan dua kubu sebenarnya sudah memanas sejak rapat anggota Dekopin 12 Juli lalu di Hotel Aryaduta Jakarta. Banyak induk koperasi yang keluar dari arena rapat. Mereka tidak puas dengan kepemimpinan Ketua Umum Nurdin Halid. Dengan dimotori Ketua Dekopinwil Banten Benny A Kusbini, Penasehat Induk Koperasi Simpan Pinjam Benny Pasaribu dan lain-lain.Kubu Benny ini kemudian memilih untuk mengadakan rapat sendiri di sebuah rumah makan yang tak jauh dari Hotel Aryaduta. Jumlahnya cukup banyak, yakni 27 induk koperasi dan 5 dekopinwil. Dari pertemuan kubu Benny, akhirnya terbentuk Federasi Koperasi Indonesia (FKI) dan memilih lima orang presidium, yakni Muslimin Nasution, Tosari Wijaya, Benny Pasaribu, Sutrisno Iwantono dan Benny A Kusbini.Sementara, dari arena Rapat Anggota Dekopin, Nurdin Halid terpilih kembali menjadi Ketua Umum dengan mengumpulkan 21 suara dari Dekopinwil dan 13 induk koperasi. "Terpilihnya Nurdin sebenarnya lebih dikarenakan semangat kebersamaan peserta. Soalnya, Nurdin telah diperlakukan sewenang-wenang oleh pemerintah. Ia dicekal oleh Rakor Polkam agar tidak datang pada acara pembukaan rapat anggota yang dihadiri Presiden Megawati," kata salah seorang peserta.Apapun Nurdin lah yang terpilih pada hari itu. Namun, kegembiraan Nurdin Halid hanya berumur semalaman. Paginya, Nurdin digiring ke Mabes Polri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya mengimpor gula ilegal. Ia langsung dijadikan tersangka dan status tahanan. Namun, ia masih bisa berkelit dengan alasan sakit. Sampai sekarang ia dirawat di RS Polri Soekanto, Kramatjati, Jakarta Timur. Karena ditahan, Nurdin Halid kemudian memilih non aktif dan mengangkat pelaksana tugas ketua umum Dekopin kepada Agung Sudjatmoko yang semula merupukan salah satu pesaing Nurdin dalam pemilihan ketua.Mengenai pembentukan FKI, sampai disini, kubu Nurdin tak ada masalah. Pasalnya, secara yuridis FKI bukan apa-apa bagi Dekopin. UU Nomor 25 1992 tegas mengatakan satu-satunya wadah lembaga aliansi koperasi di tingkat nasional adalah Dekopin. Artinya, FKI secara legal kalah kuat dibanding Dekopin.Letak gesekan selanjutnya, ada pada gerakan FKI selanjutnya. Benny cs dengan dukungan induk-induk koperasi juga menyiapkan rapat anggota luar biasa (RALB) Dekopin. Bersama dengan presidium dan 28 induk koperasi dan 5 dekopinwil mereka menghadap Menteri Koperasi dan UKM Ali Marwan Hanan. "Kami 3 kali bertemu dengan Menkop dan UKM Ali Marwan Hanan. Pemerintah merespon positif rencana kami mengadakan rapat sesuai AD/ART," aku Benny Pasaribu.Kubu Benny menyatakan rapat anggota yang memilih Nurdin Halid tidak sah. Tim Benny akhirnya mengadakan rapat anggota sewaktu-waktu sesuai dengan yang ada dalam AD/ART. Rapat anggota pun digelar oleh kubu Benny pada tanggal 12-13 Agustus pekan lalu di Hotel Century Atlet, Senayan Jakarta. Pada hari pertama, Kamis (12/8/2004) rapat dibuka tapi belum memenuhi quorum, yakni seperlima anggota Dekopinwil belum ada. Baru pada hari kedua, tercatat 8 Dekopinwil dan 28 induk koperasi hadir, sehingga quorum terpenuhi.Dekopinwil yang datang antara lain Banten, DKI Jakarta, Bangka Belitung, Riau, Bengkulu, NTB, Gorontalo dan Yogyakarta. Sementara dari induk koperasi yang datang antara lain Inkopol, Inkopad, Inkopabri, Inkotri, Inkopkar, IKPI dan lain-lain. Dan dari rapat anggota sewaktu-waktu itulah terpilih Benny Pasaribu sebagai Ketua Umum Dekopin yang baru. Benny mengalahkan Tosari Wijaya.Pecah sudah perang terbuka Dekopin Nurdin Halid dan Dekopin Benny Pasaribu. Maklum keduanya sama-sama mengaku sebagai pengurus Dekopin yang sah. Berlogo sama dengan landasan yuridis yang sama. Mau tak mau, kubu Nurdin Halid yang semula hanya memicingkan mata, tak urung mulai meramaikan polemic.Tentang mereka yang datang ke Hotel Century, Senayan, Irsyad Mohctar menuding Benny Pasaribu telah melakukan manipulasi. "Hanya Dekopinwil Banten yang asli. Lainnya bukan pengurus Dekopinwil. Saya sudah cek semua. Yang datang ke Century bukan pengurus yang sebenarnya. Mereka tidak sah mengatasnamakan Dekopinwil," kata Irsyad.Ontran-ontran perkoperasian tampaknya masih akan berbuntut panjang. Apalagi saat ini Benny tengah menyusun kepengurusan. Ia memasang tokoh-tokoh kuat untuk masuk dalam "kabinet"-nya. Duduk dalam dewan penasihat antara lain Suryadarma Ali (Ketua Komisi V), Ahmad Sjatari, Aulia Rahman, Wagiyono Ismail. Dewan pengawas antara lain Tosari Wijaya, Agus Sudono. Sedangkan dewan pakar antara lain Sutrisno Iwantono, M Iqbal, Tobhi Muthis dan Dewi Motik Pramono. Nama Alvin Lie dan Sugeng Teguh Santoso masuk di pengurus harian sebagai ketua.Pihak Nurdin Halid bahkan berencana akan menempuh jalur hukum jika Benny cs menggunakan nama dan lambang Dekopin. "Sebetulnya kita bisa laporkan ke polisi, karena mereka telah melakukan tindak kriminal. Tetapi kita akan mengirim teguran terlebih dahulu. Kalau tetap ngeyel, nanti akan ada tindak lebih tegas," kata Irsyad Muchtar yang juga diamini oleh Agung Sudjatmiko pelaksana tugas ketua Dekopin. Gerakan koprasi tampaknya sedang berada di persimpangan jalan akibat perpecahan ini. Sayangnya gerakan koperasi sampai saat ini baru bisa ramai di saat pemilihan pengurus, menjadi rebutan tokoh-tokoh ekonomi dan politik, namun masih jauh dari prestasi, apalagi mensejahterakan anggota.
(tbs/)











































