"Ada rencana tindaklanjut, nanti kita akan terbitkan DPO," kata Kepala Polres Tangerang Kabupaten Kombes Bambang Priyo Anggodo kepada detikcom di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (5/6/2012).
Bambang mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus mencari Ustad Komara. Polisi telah mencari Ustad Komara ke rumah 4 istrinya, namun tidak ditemukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, Ustad Komara sudah tidak pernah lagi mendatangi kantor KLB di Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang sejak Januari 2012 lalu. Dalam beberapa kesempatan pertemuan antara pengurus dengan nasabah, Ustad Komara tidak pernah datang.
"Dia sudah lama tidak pernah muncul. Bahkan kalau ada pertemuan pengurus dengan nasabah juga dia tidak pernah kelihatan," jelasnya.
Manajemen KLB telah menunda pembayaran bonus terhadap investor sejak April 2012 lalu. Manajemen KLB beralasan, penundaan pencairan bonus lantaran koperasi pimpinan Ustad Haji Jaya Komara itu sudah bangkrut karena dikorupsi oleh oknum KLB. Sementara Jaya Komara sendiri tidak pernah menemui investor sejak April 2011 silam.
Sejak terjadinya penundaan pembayaran bonus, ribuan investor yang datang dari berbagai wilayah terus mendatangi kantor KLB di Cikasungkan, Solear, Kabupaten Tangerang. Manajemen terus mengulur-ulur waktu pembayaran bonus sejak April 2012 lalu.
Polda Metro Jaya sendiri tengah menyelidiki dugaan penipuan dana investor Koperasi Langit Biru ini. Polisi sendiri menyelidiki kasus tersebut berdasar informasi dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).
Koperasi Langit Biru ini telah menggalang dana dari sekitar 140 ribu nasabah sejak tahun 2011 silam. Dahulu, koperasi tersebut bernama PT Transindo Jaya Komara yang bergerak di bidang investasi.
Bapepam kemudian membekukan PT Transindo Jaya Komara karena diduga bermasalah. Sejak dibekukannya perusahaan tersebut, Koperasi Langit Biru mengalami kemacetan dalam pencairan dana kepada nasabah.
(mei/ega)











































