Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh melakukan sidak ke SMA 9 Semarang. Mantan Rektor ITS itu sempat dikagetkan dengan soal ujian dengan judul cerita 'Honeymoon'.
Saat M. Nuh datang, para siswa tengah mengikuti ujian kenaikan kelas. Mereka mengerjakan soal bahasa Inggris. Kata 'Honeymoon' itu tercantum di judul cerita soal tersebut.
"Tidak masalah terkait isi, tapi mungkin lebih baik bercerita soal tradisi di Semarang atau Jawa Tengah. Intinya sama-sama belajar bahasa Inggris," kata M. Nuh di SMA 9 Semarang, Banyumanik, Semarang, Selasa (5/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepsek mengaku bahwa soal tersebut bukan dibuat oleh pihak sekolah namun oleh tim Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). "Yang membuat bukan sekolah tapi tim MKKS," akunya.
Selain kelas, Mendikbud juga mengecek kamar mandi dan kantin. Saat tiba di kamar mandi laki-laki, Mendikbud sedikit kaget dengan jebolnya eternit. Menurut Kepsek, kamar mandi tersebut memang hendak direnovasi, jadi kondisinya memang kurang nyaman.
"Eternit memang sengaja dijebol untuk direnovasi karena sebelumnya tidak bagus," ungkap Nashikun.
"Dan kebetulan sekali air di kamar mandi yang beliau tinjau, mati," keluhnya.
Menanggapi sidak yang sudah dilakukan, M. Nuh menilai format tempat duduk yang digunakan SMAN 9 Semarang dalam ujian kenaikan kelas sudah cukup baik. Format tersebut adalah dengan menggabungkan murid kelas X dan XI dalam satu kelas.
"Satu meja ditempati dua anak dari kelas X dan XI, itu sudah bagus. Tapi alangkah baiknya jika selain mencampur kelas X dan XI, satu meja hanya ditempati satu anak," kata M Nuh.
Dalam sidak tersebut, Nasikhun mengaku terkejut. Kabar kedatangan Mendikbud baru ia dengar pada pukul 23.00 WIB dan itu pun belum pasti karena pada awalnya Mendikbud akan mengunjungi SMK 2 Semarang.
"Kaget karena ternyata beliau memilih berkunjung ke sini (SMA 9)," tutup Nashikun.
(/)










































