"Yah pokoknya kita senanglah, ada progress," ujar salah satu dosen UI yang hadir, Rhenald Kasali di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Selasa (5/6/2012).
Hanya saja, saat didesak apa perkembangan yang dimaksud, Rhenald mengelak membeberkan secara detail.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pastinya kita dari UI happylah," lanjutnya lagi.
Kedatangan mereka adalah untuk mempertanyakan soal laporan pengadaan IT Perpustakaan Pusat, Data dan Kontrak Pembangunan Convention Centre for Academic Activities serta sejumlah dokumen perjalanan dinas yang tak sesuai fakta.
Dosen Fakultas Ilmu Ekonomi UI, Taufik Bahaudin, menjelaskan jika sudah ada whistle blower dari kampus ini yang menyebut soal pemalsuan 11 tandatangan dalam pengadaan IT Perpustakaan Pusat. Nilai proyek pembangunan perpustakaan diperkirakan mencapai Rp 21 miliar.
Sementara itu, Juru Bicara UI Bersih, Ade Armando, mengatakan, kemajuan dari hasil penelahaan KPK menunjukkan ada yang tidak beres dalam pembangunan perpustakaan.
"Sudah lama kami tahu perpustakaan yang kelihatan mentereng itu punya banyak masalah," tandasnya.
(mok/ega)










































