Pengamatan detikcom, Selasa (5/6/2012), Hidayat dan Didik beserta rombongan berangkat dari berangkat dari Jembatan Kalibata, Jakarta Selatan, pukul 10.30 WIB. Rombongan Hidayat dan Didik menumpang 9 perahu karet.
Di daerah Tanjung Sanyang, Hidayat dan Didik disambut tumpukan sampah seluas 30 meter persegi dengan tinggi tumpukan sampah 30 centimeter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, dalam konteks memperingati Lingkungan Hidup Sedunia maka kondisi ini harus dikoreksi dan diatasi.
"Ini memang wewenang Dinas PU, tetapi pemerintah tidak bisa lempar tanggung jawab," ujar Hidayat yang juga mantan Ketua MPR ini.
Solusinya, kata Hidayat, harus disediakan bak-bak sampah yang tidak menghadap ke bantaran sungai.
"Tetapi sampahnya tidak dibiarkan menggunung tetapi diangkut," kata dia.
Dikatakan dia, bantaran sungai juga harus dibangun tembok sehingga sampah tidak tumpah ke sungai.
Lantaran ada gunung sampah, mau tidak mau Hidayat dan rombongan harus naik ke daratan dan menarik perahu mereka.
Mereka lantas naik ke kebon pisang, dan melanjutkan perjalanan lagi. Pemandangan yang disuguhi masih sama. Sampah menghiasi pinggiran Sungai Ciliwung.
Sejumlah warga menyambut di pinggiran Sungai Ciliwung, tepatnya di kawasan Jembatan Kampung Melayu. "Pilih Hidayat-Didik. Mana sembakonya?" celetuk warga.
Mendengar itu, Hidayat cuma mesam-mesem. Rombongan kemudian bergerak ke Jatinegara. Hidayat disambut majelis taklim setempat sekitar pukul 11.45 WIB.
Hidayat mengucapkan terima kasih lalu bercengkrama dengan warga yang hadir.
(aan/nrl)











































