"Dari hasil keseluruhannya, jadi harta tidak bergerak itu sebesar Rp 7,3 miliar, harta tidak bergerak sub total Rp 1,4 miliar, surat berharga Rp 150 juta, deposito dan giro Rp 4,9 juta. Totalnya Rp 13,7 miliar. Utang piutang tidak ada," ujar Ketua Tim LHKPN KPK, Adlinsyah Nasution.
Hal itu dikatakan dalam jumpa pers di ruang tamu rumah Nono Sampono di Perumahan Tanjung Mas Raya, Jalan Merak Mas, Blok E 1 nomor 22, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencananya 14 Juni seluruh cagub-cawagub akan melakukan deklarasi hartanya. Hari ini baru bersifat harta yang baru dilaporkan. Intinya baru klarifikasi dari harta yang dilaporkan," jelasnya.
Sementara itu Nono Sampono mengatakan ada sejumlah perubahan nilai dari harta kekayaannya. Di antaranya disebabkan oleh perubahan harga perhiasan dan harta bergerak yang sudah dijual tapi belum direvisi. Selain itu, ada harta yang belum dilaporkan yakni tanah sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan di daerah Jonggol, Jawa Barat yang kini sedang dalam proses pembangunan.
"Ada pertimbangan masih dalam proses pembangunan, berjalan 80 persen. Jadi karena masih proses pembangunan maka saya tidak laporkan, tetapi dari tim KPK sebaiknya itu dilaporkan. Tim datang kemari sudah punya data lengkap. Tim yang datang ngomong apa adanya. Prediksi saya ada tim yang sudah memantau," kata Nono.
Pemeriksaan tersebut berlangsung kurang lebih selama 2,5 jam. Tim KPK yang berjumlah 4 orang ini tiba pukul 10.00 WIB dan selesai pukul 12.30 WIB.
Nono merupakan cawagub pasangan Alex Noerdin, jago dari Golkar. Nono adalah mantan Komandan Korps Marinir dengan pangkat terakhir Letjen Marinir. Pria kelahiran 1 Maret 1953 ini memiliki 3 anak.
(ega/)










































