"Untuk sementara, anak-anaknya memilih tinggal dengan ibunya dan ayahnya sudah menerima," ujar Sekretaris KPAI M Ihsan, kepada detikcom, Selasa (5/6/2012).
Ihsan mengaku sudah bertemu dengan Agnes, anaknya dan Brigjen Yuskam Nur. Pertemuan dilakukan sendiri-sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ihsan menuturkan, baik Agnes dan Brigjen Yuskam Nur juga sepakat untuk membesarkan anaknya agar dapat hidup dengan nyaman. "Namun kedua orangtuanya harus menjaga suasana kondusif," ucap Ihsan.
Sebelumnya, Agnes beserta dua anak kandungnya yakni AI (14) dan BA (12) melaporkan Brigjen Yuskam Nur ke Divisi Propam Mabes Polri. AI dan BA diduga menerima penganiayaan selama tinggal dengan ayahnya.
Agnes juga melaporkan Brigjen Yuskam Nur ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diduga memiliki harta tidak wajar yang diduga berasal dari hasil korupsi saat Yuskam menjabat Direktur Pol Air di Pekanbaru beberapa waktu silam.
Kepada wartawan di Plaza Festival, Jl HR Rasuna Said, Kamis (31/5) lalu, Agnes mengaku masih membuka pintu mediasi dengan Brigjen Yuskam Nur. Harapannya, Brigjen Yuskam Nur tidak lagi mengusik kedua anaknya dan menggantung statusnya.
Sedangkan Brigjen Yuskam Nur, sudah membantah tudingan wanita yang pernah mengisi hari-harinya. Brigjen Yuskam Nur menyayangkan sikap Agnes yang membuka kasusnya ke publik.
"Jadi semua itu bullshit. Itu mantan istri saya, dia mau ambil anak-anak dari saya. Kasihan sekarang anak-anak itu, mereka masih sekolah," jelas Brigjen Yuskam Nur saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (25/5) lalu.
(nwy/ndr)











































