"Sejak dulu modal itu ada. Dan itu pengalaman, kemampuan," ujar JK usai menghadiri pertemuan Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Masjid Istiqlal, Jl Taman Wijayakusuma, Jakarta, Senin (4/6/2012).
Menurut JK, jika banyak orang menyebutnya akan maju capres 2014, hal itu merupakan doa. JK hanya bisa mengucap terima kasih kepada Tuhan karena masih ada yang mendoakannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi Anda siap untuk maju di 2014? "Nantilah," elak JK.
Partai yang terang-terangan menyorot JK untuk pilpres 2014 adalah Partai Nasional Demokrat (NasDem). Partai ini tertarik dengan sosok JK yang begitu bersinar dengan sejumlah kemampuan dan pengalaman yang melekat pada diri pria asal Makassar itu.
"Bahwa Pak JK masuk dalam pengamatan orbit Partai NasDem memang iya. Kami meneropong Pak JK," ujar Ketum NasDem, Patrice Rio Capella, dalam perbincangan dengan detikcom.
Meski dalam sorotan, namun belum tentu JK yang pasti dicapreskan NasDem. Siapa capres dari NasDem nantinya akan diputuskan oleh Majelis Nasional Partai NasDem yang dipimpin Surya Paloh. Saat ini NasDem tengah fokus agar lolos sebagai partai peserta pemilu.
Golkar, partai asal JK, pun tidak keberatan jika kadernya dicapreskan partai lain. Sebagai warga negara, JK punya hak politik yang luas.
"Tidak ada pecat memecat, beliau tetap kader Golkar. Meskipun dicalonkan oleh partai apapun, Pak Jusuf Kalla tetap mantan ketum Golkar," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono.
(vit/nrl)











































