Lulusan Sekolah Tinggi Kemenperin Laris di Dunia Kerja

Lulusan Sekolah Tinggi Kemenperin Laris di Dunia Kerja

- detikNews
Senin, 04 Jun 2012 17:23 WIB
Jakarta - Lulusan perguruan tinggi (PT) yang tak terserap di dunia kerja masih menjadi kendala. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan lulusan sekolah tinggi miliknya justru cepat dapat kerja.

"Daya serap lulusan sekolah di Kementerian Perindustrian sangat tinggi. Seluruh lulusan terserap di dunia kerja dan hanya butuh waktu tunggu untuk bekerja 3 sampai 6 bulan," kata Sekjen Kementerian Perindustrian Anshari Bukhari di Kemenperin, Jl Gatot Subroto, Senin (4/6/2012).

Hal ini diungkapkan Anshari saat menandatangani MoU antara Kemenperin dengan Kemendikbud tentang pembinaaan dan penyelengaraan perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perindustrian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anshari mencontohkan, Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil di Bandung. Jumlah lulusan 200 hingga 300 orang per tahun. Sedangkan berdasarkan perhitungan Asosiasi Pertekstilan Indonesia kebutuhan ahli tekstil setiap tahun mencapai 500 orang.

"Untuk menutupi kekurangan tersebut banyak perusahaan tekstil mengambil ahli dari India dan China," katanya.

Contohnya lainnya, Akademi Analis Kimia di Bogor. Akademi ini memiliki lulusan 240 orang per tahun. Seluruh lulusan akademi ini langsung terserap di dunia industri.

"Bahkan banyak industri yang antre untuk mendapatkan lulusan dari akademi ini," katanya.

Anshari berharap dengan penandatanganan MoU ini Direktorat Pendidikan Tinggi bisa membantu melakukan pembinaan pendidikan tinggi di lingkungan Kementerian Perindustrian.

"Terutama pembinaan akademik dan program studi dalam hal jejang jabatan dosen dan sertifikasinya," katanya.

Sementara itu, Dirjen Pendidkan Tinggi Djoko Santoso mengatakan selama ini banyak lulusan dari PT yang menganggur. Hal ini disebabkan pendidikan banyak dititikberatkan di bidang akademik.

"Bikinlah jurusan yang aneh tapi bisa langsung dipakai di dunia kerja. Kalau jurusan teknik mesin ya mesin apa. Konsep vokasi sendiri adalah konsep pendidikan yang berorientasi ke dunia kerja. Sehingga pendidikan vokasi harus lebih banyak dari akademik," katanya.

Menurut Wikipedia, pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu, yang mencakup program pendidikan diploma 1, diploma 2, diploma 3, dan diploma 4, maksimal setara dengan program pendidikan sarjana. Lulusan pendidikan vokasi akan mendapatkan gelar vokasi.

(nal/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads