Sebagai negara dengan jumlah umat Muslim terbesar di dunia, sangat wajar di Indonesia terdapat banyak sekali masjid. Dewan Masjid Indonesia (DMI) akan meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menginventaris masjid yang ada agar rumah ibadah ini berfungsi maksimal untuk kemakmuran umat.
"Kita akan minta nanti BPS untuk menginvetarisasi. Karena mesjid merupakan rumah ibadah yang terbanyak di Indonesia, dan pasti terbanyak di dunia. Dan itu perlu dilaksanakan mesjid ini sebagai fungsinya, pembangunannya dan kemakmurannya," ujar Ketua DMI, Jusuf Kalla.
Hal itu disampaikan dia usai menghadiri pertemuan Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Masjid Istiqlal, Jl Taman Wijayakusuma, Jakarta, Senin (4/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK sangat ingin DMI berupaya keras memperbaiki infrastruktur masjid. Selain itu juga menjaga kebersihan, menata lingkungan dan perizinan agar masjid menjadi lebih baik lagi.
"Juga memberikan pendidikan masyarakat sekitar yang lebih baik," tambah mantan wapres ini.
Menurut dia, sebagai tempat ibadah, masjid sudah menjalankan fungsinya dengan baik. Namun begitu fungsi-fungsi lainnya juga harus didorong.
"Fungsi sosial dan ekonomi harus lebih baik lagi, serta fungsi pendidikannya juga," imbuh JK.
Terkait wacana pemugaran Masjid Istiqlal, menurut JK, wajar-wajar saja. Sebab Istiqlal adalah masjid satu-satunya milik negara yang dibangun dan dipelihara oleh negara. Sehingga jika ada yang harus diperbaiki dari bangunan itu, maka jadi kewajiban negara.
"Jadi kan pembangunannya sejak 40 tahun lebih lalu. Jadi tahun depan saya dengar memang akan dipugar beberapa hal dan negara harus membiayainya," ucap JK.
Pembangunan Masjid Istiqlal dimulai pada 24 Agustus 1961, bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Karena tidak kondusifnya situasi politik nasional, pembangunan masjid ini tersendat. Setelah 17 tahun, akhirnya bangunan masjid ini berdiri, tepatnya 24 Agustus 1961.
Masjid yang sanggup menampung 200 ribu jamaah dan bergaya arsitektur modern-internasional ini dibangun dari APBN. Kala itu butuh dana Rp 7 triliun dan USD 12 juta. Renovasi bangunan pernah dilakukan pada 1999.
Berbagai tokoh dari luar negeri pernah menyambangi Masjid Istiqlal. Misalnya saja Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Bill Clinton pada tahun 1994, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Libya Muammar Khaddafi, dan Pangeran Charles dari Inggris.
(/nrl)











































