"Kepada para pengelola, kami imbau sepatutnya menghubungi pihak berwajib dan melaporkan keberadaanya," kata Kabag Penum Polri, Kombes Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (4/6/2012).
Hal ini dilakukan agar polisi dapat segera memeriksa dan memintai keterangan dari pihak manajemen terkait kegiatan koperasi yang berdiri sejak 2010 dan untuk dilakukan koordinasi awal terkait kegiatan koperasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beri kepercayaan penuh kepada polisi untuk menyelidiki kasus ini," imbau Boy.
Ribuan investor KLB terus mendatangi kantor KLB di Cikasungkan, Solear, Kabupaten Tangerang. Mereka meminta agar manajemen mencairkan bonus investasi mereka. Namun, lantaran pihak manajemen tidak ada, investor akhirnya mengambil sendiri produk berupa sembako yang ada di gudang KLB.
Manajemen KLB telah menunda pembayaran bonus terhadap investor sejak April 2012 lalu. Manajemen KLB beralasan, penundaan pencairan bonus lantaran koperasi pimpinan Ustad Haji Jaya Komara itu sudah bangkrut karena dikorupsi oleh oknum KLB. Sementara Jaya Komara sendiri tidak pernah menemui investor sejak April 2011 silam.
Sejak terjadinya penundaan pembayaran bonus, ribuan investor yang datang dari berbagai wilayah terus mendatangi kantor KLB di Cikasungkan, Solear, Kabupaten Tangerang. Manajemen terus mengulur-ulur waktu pembayaran bonus sejak April 2012 lalu.
Polda Metro Jaya sendiri tengah menyelidiki dugaan penipuan dana investor KLB ini. Polisi sendiri menyelidiki kasus tersebut berdasar informasi dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).
KLB ini telah menggalang dana dari sekitar 140 ribu nasabah sejak tahun 2011 silam. Dahulu, koperasi tersebut bernama PT Transindo Jaya Komara yang bergerak di bidang investasi.
Bapepam kemudian membekukan PT Transindo Jaya Komara karena diduga bermasalah. Sejak dibekukannya perusahaan tersebut, KLB mengalami kemacetan dalam pencairan dana kepada nasabah.
(ahy/nwk)











































