Istri Sering Dipukul & Hampir Kena Tembakan Jenderal Polisi

Istri Sering Dipukul & Hampir Kena Tembakan Jenderal Polisi

Niken Widya Yunita - detikNews
Senin, 04 Jun 2012 15:55 WIB
Istri Sering Dipukul & Hampir Kena Tembakan Jenderal Polisi
Jakarta - Satu persatu ucapan Anita Agnes Alexandra jika dirinya mengalami KDRT dari suaminya Brigjen Yuskam Nur, terkuak kebenarannya. Komisioner Komnas Perempuan Tumbu Saraswati membukanya.

"Dia (Agnes) teraniaya sekali," ujar Tumbu dalam perbincangan, Senin (4/6/2012).

Menurut Tumbu, penganiayaan yang dialami Agnes jauh sebelum dirinya menjadi anggota DPR dari fraksi ABRI (sekarang fraksi ABRI sudah tidak ada). Tumbu menjadi anggota DPR dari fraksi ABRI pada 1995-2000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tumbu menceritakan, saat itu dirinya menjadi pengacara Agnes. KDRT yang diduga dilakukan Brigjen Yuskam Nur pada Agnes diketahuinya. Agnes juga nyaris terkena tembakan dari suaminya.

"Dia (Agnes) dipukuli matanya. Pernah juga hampir kena tembak. Tapi saya nggak tahu jenis senjatanya," beber Tumbu.

Bahkan Tumbu mengabadikan Agnes usai mendapat bogem mentah dari suaminya. "Saya fotoin dan visum. Tapi sekarang nggak tahu lagi di mana fotonya. Kan sudah lama sekali," katanya.

Atas tindakan kekerasan itu, Agnes pun meminta cerai dari suaminya. Tumbu pun memasukkan gugatan cerai Agnes pada Direktur Kejahatan Ekonomi Deputi Bidang Ekonomi Badan Intelijen Negara (BIN) ini.

Brigjen Yuskam Nur pun naik pitam atas tindakan Agnes. Menurut Tumbu, Brigjen Yuskam Nur lalu merayu Agnes agar tidak menceraikannya.

"Suaminya nyembah-nyembah. Dia (Agnes) juga dikasih umpan mobil Jaguar. Saat itu pangkat suaminya masih kolonel. Ya Agnes jadinya luluh, nggak jadi cerai," kata Tumbu.

Seiring waktu, Tumbu tidak menjadi pengacara Agnes lagi. Tahu-tahu, Tumbu mendengar gugatan cerai Agnes pada Brigjen Yuskam Nur di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ditolak. Beberapa hari setelah itu, dua anak Agnes datang pada dirinya dan mengadu jika telah mendapat penganiayaan dari ayahnya.

"Anak-anaknya bilang Oma saya dipukuli, dicubitin. Semuanya jadi biru-biru," ucap Tumbu.

Kasus ini mencuat ke publik lantaran Agnes beserta dua anak kandungnya yakni AI (14) dan BA (12) melaporkan Brigjen Yuskam Nur ke Divisi Propam Mabes Polri. AI dan BA diduga menerima penganiayaan selama tinggal dengan ayahnya.

Agnes juga melaporkan Brigjen Yuskam Nur ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Brigjen Yuskam Nur diduga memiliki harta tidak wajar yang diduga berasal dari hasil korupsi saat Yuskam menjabat Direktur Pol Air di Pekanbaru beberapa waktu silam.

Kepada wartawan di Plaza Festival, Jl HR Rasuna Said, Kamis (31/5) lalu, Agnes mengaku masih membuka pintu mediasi dengan Brigjen Yuskam Nur. Harapannya, Brigjen Yuskam Nur tidak lagi mengusik kedua anaknya dan menggantung status dirinya. Agnes sudah mengajukan perceraian pada Brigjen Yuskam Nur pada 2004 lalu. Namun perceraian itu ditolak.

Sedangkan, Brigjen Yuskam Nur, sudah membantah tudingan wanita yang pernah mengisi hari-harinya itu. Brigjen Yuskam Nur menyayangkan sikap Agnes yang membuka kasusnya ke publik.

"Jadi semua itu bullshit. Itu mantan istri saya, dia mau ambil anak-anak dari saya. Kasihan sekarang anak-anak itu, mereka masih sekolah," jelas Yuskam Nur saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (25/5) lalu.

(nwy/ndr)


Berita Terkait