Pom Bensin Polisi Beralih ke Pertamax Mulai Juli 2012

Pom Bensin Polisi Beralih ke Pertamax Mulai Juli 2012

- detikNews
Senin, 04 Jun 2012 15:17 WIB
Pom Bensin Polisi Beralih ke Pertamax Mulai Juli 2012
Jakarta - Sejak diberlakukannya penggunaan bahan bakar jenis pertamax bagi kendaraan dinas, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Polri (SPBP) belum dikonversi ke pertamax. Peralihan pengisian bahan bakar bagi kendaraan dinas ke pertamax ini baru akan dilakukan mulai Juli 2012.

"Jadi, stok premium kita untuk triwulan kedua masih ada sehingga kita habiskan dulu stoknya. Baru nanti triwulan ketiga baru kita ganti pertamax," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/6/2012).

Peralihan penggunaan bahan bakar bagi kendaraan dinas polisi dari premium ke pertamax ini menggunakan Dipa anggaran 2012.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk selanjutnya, kita gunakan anggaran untuk tahun 2013," imbuhnya.

Seluruh kendaraan dinas Polda Metro Jaya mendapat jatah untuk pengisian bahan bakar setiap harinya. Dalam tiga bulan, kendaraan dinas Polda Metro Jaya ini bisa menghabiskan bahan bakar premium hingga 2.160 ton.

Rikwanto mengatakan, selama ini kendaraan dinas polisi ini diisi bahan bakar jenis premium dan solar.

"Dalam satu triwulan, atau tiga bulan itu antara premium dan solar, mereka konsumsi 2.160 ton BBM," ujarnya.

Kendaraan dinas di Polda Metro Jaya sendiri sebanyak 1.782 unit, terdiri dari 1.145 unit motor, 420 unit mobil standar, 122 unit truk, 86 unit bus dan 9 unit kendaraan taktis (rantis). Setiap jenis kendaraan, mendapat jatah bahan bakar yang berbeda sesuai dengan kapasitas kendaraannya.

Untuk motor, dalam satu hari mendapat jatah 4 liter BBM, sementara mobil standar mendapat 10 liter, truk sebanyak 8 liter, bus 8 liter dan 12 liter untuk rantis seperti barracuda dan watercannon.

"Jatah itu digunakan satu hari. Kalau dia ada dua shift, satu shift satu kali isi, jadi dikalikan dua," katanya.

Ia mengatakan, jatah bensin untuk kendaraan dinas sudah cukup. "Kalau untuk patroli, sesuai rutenya itu cukup. Tapi kalau insidentil, misalnya ada perkelahian, itu kurang," ujarnya.


(mei/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads