"Yang tidak nyaman atau tidurnya kurang dari 5 jam, tidak boleh (ikut). Kejadian yang menimpa almarhum Kol Chb Mat Ali adalah sudah takdir," tulis Kapendam VII Wirabuana Kolonel Yance Woley dalam pesan pendek kepada detikcom, Senin (4/6/2012).
Yance menyebutkan, sebelum kegiatan, peserta sudah diarahkan tim kesehatan. Peserta diimbau tidak memaksakan diri. Jika ada yang tidak sehat, maka dia tidak diizinkan mengikuti kegiatan tersebut.
"Imbauan jelas, yang tekanan darahnya tinggi, langsung divonis (tidak boleh ikut)," jelasnya.
Yance menambahkan, kegiatan Samapta dilakukan tiap 6 bulan. Seluruh asisten dan Kepala Badan Pelaksana (Kabalak) ikut.
Kolonel Chb Mat Ali meinggal sekitar pukul 08.30 Wita. Sebelumnya, ia pingsan saat berlari di lintasan terakhir, putaran ke-4. Ia meninggal dalam perjalanan ke RS Pelamonia Makassar.
Jenazah sudah diberangkatkan ke rumah duka, Lampung, melalui Bandara Sultan Hasanuddin. Upacara kehormatan digelar di bandara dan dipimpin langsung Pangdam VII/ Wirabuana, Mayjen TNI Muhamad Nizam.
(trw/nrl)











































