"Bu Ani SBY memberi perhatian pada kasus saya," ujar Agnes ketika berbincang dengan detikcom, pada Sabtu (2/6/2012).
Namun wanita mualaf itu enggan membeberkan apa isi aduan yang dia kirim ke Ibu Ani SBY. Dia meminta menghubungi Tumbu Saraswati, komisioner Komnas HAM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (Agnes) sms Bu Ani SBY. Minta tolong karena mengadu ke polisi dan ke-mana sudah mentok," ujar Tumbu Saraswati yang merupakan mantan pengacara Agnes, kepada detikcom, Senin (4/6/2012).
Tumbu tidak mengetahui apa balasan SMS Bu Ani SBY. Namun dia mengetahui jika Agnes mengirim SMS pada Bu Ani SBY.
Kasus ini mencuat ke publik tatkala Agnes beserta dua anak kandungnya yakni AI (14) dan BA (12) melaporkan Brigjen Pol Yuskam Nur ke Divisi Propam Mabes Polri. AI dan BA diduga menerima penganiayaan selama tinggal dengan Direktur Kejahatan Ekonomi Deputi Bidang Ekonomi Badan Intelijen Negara (BIN) itu.
Agnes juga melaporkan Yuskam Nur ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diduga memiliki harta tidak wajar yang diduga berasal dari hasil korupsi saat Yuskam menjabat Direktur Pol Air di Pekanbaru beberapa waktu silam.
Kepada wartawan di Plaza Festival, Jl HR Rasuna Said, Kamis (31/5) lalu, Agnes mengaku masih membuka pintu mediasi dengan Yuskam Nur. Harapannya, Yuskam Nur tidak lagi mengusik kedua anaknya.
Sedangkan, Yuskam Nur, sudah membantah tudingan wanita yang pernah mengisi hari-harinya. Yuskam Nur menyayangkan sikap Agnes yang membuka kasusnya ke publik.
"Jadi semua itu bullshit. Itu mantan istri saya, dia mau ambil anak-anak dari saya. Kasihan sekarang anak-anak itu, mereka masih sekolah," jelas Yuskam Nur saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (25/5/2012).
(nwy/ndr)











































