Kisah ini bermula saat Hendri dikejar-kejar polisi. Suripno yang melihat aksi kejar-kejaran itu, spontan ikut membantu polisi.
"Ketika akan dilakukan penangkapan, tersangka Hendri keluarkan tembakan 3 kali ke anggota. Satu tembakan mengenai hansip Suripno, mengenai ketiaknya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto saat ditemui di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (4/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kakinya (Hendri) masih di atas. Sehingga Suripno menarik kakinya. Lalu tersangka berteriak 'apaan sih lu, nanti gue tembak lu'," ujarnya.
Ucapan Hendri bukan sekadar ancaman. Hendri mengeluarkan senjata api dan menembak bagian bawah ketiak Suripno yang masih saja memegangi kaki Hendri.
Untunglah belum sempat Hendri melarikan diri, polisi berhasil membekuknya. Sementara Suripno langsung dilarikan ke RS Husada. Dari tangan Hendri, polisi menyita 11 gram sabu dan 100 butir ekstasi, pistol SIG Shuer, berikut magazin 5 butir peluru.
"Hendri mengaku mendapat pistol dari tersangka Tono di Kampung Ambon, beli Rp 4 juta," jelasnya.
(gus/nrl)











































