Kekuatan GAM Tinggal 30 Persen

Panglima TNI:

Kekuatan GAM Tinggal 30 Persen

- detikNews
Rabu, 18 Agu 2004 19:13 WIB
Aceh Besar - Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto memerintahkan kepada para prajuritnya untuk terus mengejar sisa-sisa kekuatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) serta melindungi masyarakat. Kekuatan GAM diperkirakan tinggal 30 persen dibandingkan sebelum darurat militer. Hal itu dikatakan Panglima TNI saat mengunjungi pasukannya yang berada di Aloe Gintung, Kecamatan Janto, Aceh Besar, Rabu (18/8/2004). Tarto yang didampingi Pandam Iskandar Muda Mayjen TNI Endang Suwarya, Kapolda NAD Irjen Pol Bachrum Syah, Komandan Operasi Kapolri Irjen Pol Didi Widayadi serta Komandan Korp Brimob Irjen Silvanus Y Wenas tiba di lokasi pegunungan sekitar pukul 14.45 WIB. Dihadapan sejumlah pasukan yang tergabung dalam kesatuan tugas mobil satu, Tarto memerintahkan prajuritnya tetap menjaga semangat dan terus melindungi masyarakat Aceh dari gangguan GAM. Selain itu, Ia juga memerintahkan pasukan TNI terus melakukan pengejaran terhadap GAM. Kesatuan tugas mobil satu terdiri dari kesatuan Kostrad, Marinir, Paskhas, Kopassus dan Brimob. Usai memberikan pengarahan, Tarto kepada wartawan mengatakan dalam beberapa hari terakhir banyak terlihat GAM, terutama menjelang 17 Agustus. "Mereka ingin tetap eksis, tetapi memang karena ada perintah dari kita agar aktif di dalam menyelesaikan persoalan Aceh, maka kontak senjata lebih banyak," jelasnya. Dikatakan Tarto, terjadinya beberapa ledakan dan penyerangan dalam rangka menyambut HUT RI merupakan upaya GAM untuk menunjukkan eksistensinya. Namun, lanjut dia, kekuatan GAM sudah berkurang. "Ditambah bahwa pemerintah Swedia telah mengambil keputusan hukum terhadap tokoh GAM disana. Ini menunjukan secara internasional tidak ada lagi dukungan kepada GAM," katanya. Disinggung soal kebenaran berita tertembaknya 3 tokoh GAM yakni, Panglima Besar Muzakir Manaf, Panglima Wilayah Jeunib Darus Jeunib dan Panglima Wilayah Aceh Selatan Abrar Muda, menurut Tarto, sampai saat ini belum ada kepastian. Informasi tersebut berasal dari masyarakat. "Mereka melihat ada tandu dan diduga yang terluka petinggi GAM. Tapi kita belum bisa konfirmasi dan mengatakan kepastiannya. Oleh karena itu, saya katakan kepada para prajurit harus dikejar terus. Jangan sampai ada 10 GAM kemudian kontak senjata yang kena 2-3 orang. Kalau memang ada 10 orang ya 10 orangnya harus dapat," demikian Tarto. (rif/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads