Syaifuddin Ditangkap di Sekitar RS Haji Surabaya
Rabu, 18 Agu 2004 19:09 WIB
Surabaya - Syaifuddin Umar mengaku ditangkap di sekitar RS Haji Surabaya, Jawa Timur. Guru ngaji itu juga mengaku disiksa saat diinterogasi soal dr. Azahari.Demikian diceritakan Syaifuddin kepada salah satu anggota keluarganya yang kemudian menceritakan kembali kepada wartawan, di rumah orang tua Syaifuddin, Umar Ibrahim, Jl. Sidotopo Lor, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (18/8/2004)."Syaifuddin mengaku dirinya ditangkap di sekitar RS Haji Surabaya, Jl. Klampis pada tanggal 4 Agustus. Saat itu, Syaifuddin baru saja pulang dari sebuah acara," kata kerabat Syaifuddin yang tak ingin disebutkan namanya itu.Ditambahkan, Syaifuddin langsung diseret masuk ke dalam mobil. Dengan kepala tertutup, guru ngaji itu kemudian dibawa ke suatu tempat yang tidak dikenalinya."Di tempat tersebut masih dengan kepala tertutup, Syaifuddin kemudian ditanyai berbagai hal seputar dr. Azahari. Syaifuddin mengaku tidak tahu, karena memang tidak tahu," ujarnya.Sial bagi Syaifuddin, pengakuannya tidak dipercaya begitu saja. Pertanyaan, bentakan, yang diterimanya berubah menjadi pukulan. Tidak hanya itu, Syaifuddin juga mengaku kerap disundut dengan rokok."Sampai akhirnya, Syaifuddin tidak kuat lagi dan beberapa kali pingsan. Ketika sadar, dia sudah berada di RS dr. Soetomo," kata sumber tersebut.Didatangi PolisiSumber tersebut juga mengatakan, pada Selasa (17/8/2004) datang dua orang anggota Polisi. Salah satunya mengaku bernama Kombes Suryadharma. Kedua anggota polisi itu ingin membawa Syaifuddin ke Jakartaa."Mereka ingin mempertemukan syaifuddin dengan Haji Ado, yang ditangkap di Solo. Saya tidak tahu apa untuk apa hal itu dilakukan. Namun permintaan tersebut ditolak oleh orang tua Syaifuddin," ungkapnya.
(djo/)











































