Wasekjen yang juga jubir Partai Golkar Nurul Arifin mengakui memang ada nama Pramono Edhie yang masuk dalam bursa cawapres Ical.
"Ada (Pramono Edhie Wibowo). Masuk juga namanya," ujar Nurul dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (4/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adapun nanti di rapimnas baru akan disebutkan kriteria-kriteria utamanya, juga mekanismenya. Tidak terlalu penting apakah militer atau sipil, yang terutama adalah sosok yang mampu melengkapi capresnya. Baik dari sisi suku, profesi dan kemampuan," ungkap anggota Komisi II DPR ini.
Secara terpisah, Wasekjen yang juga jubir Golkar Tantowi Yahya berpendapat sama. Sejumlah kriteria pendamping Ical sudah dibahas. Dan kriteria tersebut memang hampir mendekati sosok Pramono Edhie Wibowo.
"Idealnya calon pendamping Pak Ical berasal dari salah satu suku terbesar (Jawa atau Sunda) dan berlatar belakang militer untuk melengkapi Pak Ical yang orang luar Jawa dan sipil," tutur anggota Komisi I DPR.
Meski begitu Tantowi juga mengakui belum membahas secara rinci kriteria-kriteria pendamping Ical. Diakui juga bahwa banyak nama yang menjadi masukan untuk mendampingi Ical termasuk Pramono Edhi Wibowo.
"Ya banyak kalangan yang sudah melempar nama baik dari kalangan militer maupun sipil. Dan semuanya akan menjadi pembahasan. Yang penting kita sekarang sepakat di kriteria ideal dulu. Kita tidak mau terjebak di satu nama dengan mengesampingkan kriteria nama-nama seperti Pramono Edhi, Mahfud MD memang terus bergulir sebagai bagian dari nama-nama yang dinilai layak mendampingi Pak Ical," ungkapnya.
Sebelumnya Ketua DPD I Golkar Bali Nyoman Sudikerta mengatakan pihaknya menentukan kriteria cawapres dari Ical harus berlatar TNI dan berasal dari Jawa. Rapat Koordinasi Teknis Pemenangan Pemilu Bali, NTB, NTT di Hotel Inna Grand Bali Beach bakal dihadiri oleh Ical pada 3-4 Juni 2012.
"Cawapres, kita memilih TNI dari Jawa. Siapa orangnya kita cari. Ada beberapa kandidat dari TNI," katanya.
(ega/nwk)










































