Tere memutuskan mundur sebagai anggota DPR periode 2009-2014. Pemilik nama lengkap Theresia Ebenna Ezeria Pardede ini mundur dengan alasan merasa tak mampu menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.
Analis politik dari Charta Politika, Arya Fernandes berpendapat, undur diri Tere merupakan bentuk kewarasan politik. "Anggota DPR yang waras adalah yang sadar pentingnya pertanggungjawaban publik terhadap peran dan kinerjanya sebagai wakil rakyat," kata Arya kepada detikcom, Sabtu (2/6/2012) malam.
Menurutnya, langkah Tere mengundurkan diri dari DPR dan Partai Demokrat pada 21 Mei 2012 lalu, menunjukkan bentuk tanggung jawab. "Memilih mundur sebagai anggota Dewan daripada tidak dapat berbuat maksimal sebagai wakil rakyat," pungkasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bila anggota DPR gagal memenuhi indeks tersebut atau pencapaian kinerjanya di bawah rata-rata dapat diusulkan kepada partai untuk di PAW. Atau bisa juga partai membuat indeks prestasi atau kinerja," sambungnya.
Dengan adanya indeks itu, setiap anggota DPR, sebut Arya akan berusaha semaksimal mungkin untuk berbuat yang terbaik terkait perannya sebagai anggota dewan.
(fdn/fdn)











































