Sebelum Mengeroyok, Suporter Persija Sweeping KTP Korban

Sebelum Mengeroyok, Suporter Persija Sweeping KTP Korban

Mei Amelia R - detikNews
Sabtu, 02 Jun 2012 19:14 WIB
Jakarta -

Stadion Gelora Bung Karno, 27 Mei 2012 lalu menjadi lautan oranye. Ribuan suporter tim sepakbola Persija Jakarta yang disebut The Jak tumplek di stadion tersebut untuk menyaksikan tim kesayangan mereka berlaga dengan tim lawannya, Persib yang merupakan musuh bebuyutan.

Euforia para suporter The Jak menggema di stadion kala itu. Sesuai kesepakatan bersama, kala itu tidak ada suporter Persib 'Viking' yang diperbolehkan menonton di stadion GBK.

Di tengah keriuhan, suporter The Jak Bayu bersama teman-temannya yang duduk di Sektor 10 memperhatikan Lazuardi yang saat itu duduk di antara para suporter The Jak. Saat itu, Lazuardi yang tidak mengenakan atribut The Jak membuat suporter The Jak curiga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lalu saya tanya ke orang itu, kamu dari mana? Kamu The Jak bukan?," kata Bayu.

Pertanyaan Bayu sontak membuat teman-temannya juga ikut memperhatikan Lazuardi. Bayu juga semakin curiga karena Lazuardi tidak bereaksi saat Persija mencetak gol.

"Waktu Persija masukin gol, yang lain bersorak, dia malah menutup wajahnya pakai kaos," ujarnya.

Melihat hal itu, Bayu semakin curiga. Bayu kemudian meminta Lazuardi menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Mana tunjukkan KTP kamu," cetus pekerja cleaning service ini.

Saat itu, Lazuardi menolak untuk menunjukkan identitas. Sontak, Bayu pun meneriakan 'Woy, nih anak Viking nih'. Teriakan itu lantas menarik perhatian teman-teman Bayu.

Saat itu, Widodo alias Dodo, Yanto alias Papay, Ikhfa, Bayu alias Ambon dan Mios alias Rohim secara spontan menyerbu Lazuardi. Para suporter The Jak itu kemudian memukuli korban secara bergantian hingga akhirnya korban tidak berdaya.

Petugas polisi yang saat itu mengetahui keributan di Sektor 10 langsung mendekati kerumunan. Namun para pelaku langsung melarikan diri. Sementara korban akhirnya tewas di tempat.

Sementara itu, tersangka Yanto (30) mengaku hanya terpancing saja. Ia mengaku ikut mengeroyok korban lantaran fanatismenya terhadap Persija yang begitu besar. "Saya cinta Persija," ujar Yanto.

(mei/fdn)


Berita Terkait