Untuk keberangkatan, jadwal yang mengalami delay antara lain dari Pontianak tujuan Jakarta sebanyak tujuh penerbangan, tujuan Ketapang tiga penerbangan, tujuan Yogyakarta satu penerbangan, dan tujuan Sintang satu penerbangan.
Sementara jadwal kedatangan yang mengalami penundaaan, antara lain sembilan penerbangan dari Jakarta, satu penerbangan dari Batam, satu penerbangan dari Singapura, tiga penerbangan dari Ketapang, satu penerbangan dari Pangkalan Bun, satu penerbangan dari Sintang, serta satu penerbangan dari Natuna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari menuturkan, dalam sehari, Bandara Supadio melayani sebanyak rata-rata 72 penerbangan datang dan pergi untuk rute domestik maupun internasional. Sebelum peristiwa tergelincirnya pesawat Sriwijaya, telah ada 18 penerbangan yang melakukan take-off dan landing di bandara tersebut tanpa hambatan. Landasan tidak ada masalah, karena proses perawatan dan pengecekan rutin terhadap landasan pacu yang menjadi standar prosedur kerja selalu dilakukan.
”Pasca kejadian ini, kami juga langsung melakukan pengecekan terhadap seluruh bagian runway, dan hasilnya normal. Meski sebenarnya, tanpa ada kejadian ini pun, pengecekan rutin kami selalu lakukan setiap hari. Yaitu baik sebelum jam operasi bandara dimulai maupun setelah jam operasi bandara berakhir. Sejauh ini tidak ada kerusakan pada landasan pacu,” jelasnya.
Hari menambahkan, peristiwa kecelakaan terakhir yang pernah terjadi di Bandara Supadio dialami pesawat Lion Air pada 2 November 2010 silam. "Sepanjang 2011 sama sekali tidak ada, dan baru kali ini terjadi lagi,” ujarnya.
(nrl/nik)











































