Kawanan Pencuri 'Four Devils' di Depok Pakai Ilmu Hitam Saat Beraksi

Kawanan Pencuri 'Four Devils' di Depok Pakai Ilmu Hitam Saat Beraksi

Hendrik I Raseukiy - detikNews
Jumat, 01 Jun 2012 20:45 WIB
Jakarta -

Segala cara ditempuh pelaku kejahatan agar aksinya selalu berhasil. Salah satunya seperti yang ditempuh satu kawanan pencuri di Depok yang sering disebut Four Devils. Kawanan ini diduga mengamalkan ilmu hitam.

"Para pelaku mengaku saban hari bekerja mencuri. Tapi di hari Selasa dan Jumat libur karena terlarang bila tetap beraksi," tutur Kapolresta Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni kepada wartawan, Jumat (1/6/2012).

Kawanan pencuri yang berjumlah empat orang ini adalah spesialis pencuri barang berharga dalam mobil di Kota Depok. Sudah tiga tahun beraksi, mereka tidak pernah tepergok korbannya apalagi tertangkap polisi. Hingga akhirnya mereka tertangkap hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga dari kawanan Four Devils ini yaitu DD (47), AY (30) dan MY (39) berhasil ditangkap tim Resmob Polresta Depok ketika sedang beraksi di Jalan Alternatif Cibubur, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Sedangkan seorang lainnya berhasil melarikan diri. Polisi masih merahasiakan identitas buronan tersebut.

Mulayadi menyebutkan ketiga pelaku ditangkap tadi pagi ketika sedang mencongkel jendela sebuah mobil yang terparkir di sebuah restoran di Jalan Alternatif Cibubur, Cimanggis, Depok.

Berdasarkan pengakuan mereka, kata Mulyadi, ketiga pelaku tertangkap karena melanggar amalannya sendiri.

Dari tangan para pelaku polisi menyita berbagai barang bukti seperti 1 sepeda motor Jupiter MX nopol B 3579 NNV, dua buah ponsel Blackberry, laptop, kunci leter T, pisau lipat, sangkur, beberapa lembar uang dolar AS dan ringgit Malaysia, serta barang lainnya.

Anehnya, disetiap dompet pelaku terdapat uang rupiah dan real Arab Saudi yang sudah tidak berlaku namun masih tampak dirawat dengan baik.

"Ya, sebenarnya kami tidak fokus ke situ (ilmu hitam). Itu di luar jangkauan materi hukum. Tapi ya, jadi perhatian saja dari hasil pengakuan mareka," pungkas Mulyadi.

(rmd/rmd)


Berita Terkait