M. Zaenuri alias Ambon (38), ditembak di perbatasan Semarang - Ungaran. Bersama 3 rekannya, selama setahun ia berhasil mencuri 50 sepeda motor. Jika dihitung kasar, artinya aksi kriminal tersebut dilakukan tiap minggu.
Ambon dan anggota sindikatnya beraksi di 63 lokasi. Lebih sering di kawasan Tembalang, Semarang. Kadang mereka tak perlu repot merusak kunci, karena sang korban meninggalkan kunci di motornya.
"Merusak kunci motor atau kalau tidak ya langsung mengambil motor yang kuncinya masih menempel di motor," aku Ambon di Mapolrestabes Kota Semarang, Jalan Dr. Sutomo, Jumat (1/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari tiap aksi saya mendapatkan jatah Rp 1 juta," imbuh Ambon.
Dari empat pelaku yang tertangkap, salah satunya adalah remaja 16 tahun berinisial S. Dalam sindikat tersebut, ia berperan sebagai peluncur atau pengantar motor curian ke pengepul.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan mengatakan empat pelaku tersebut ditangkap di perbatasan Ungaran-Semarang. Dua diantaranya terpaksa harus menerima timah panas di kakinya dalam penangkapan.
"Modus yang digunakan oleh pelaku adalah merusak kunci dengan kunci segitiga atau membawa lari motor yang kuncinya tertinggal di motor," ungkap Kapolres.
Menanggapi maraknya pencurian dan perampokan yang terjadi di Kota Semarang, Kombes Pol Elan Subilan sudah menyiagakan anak buahnya dengan melakukan patroli Sabhara setiap harinya.
(alg/trw)











































