"Tidak cukup dengan mengimbau, menasihati atau menganjurkan. DPR setuju, tapi apalah artinya jika semua elemen tidak patuh menjalankan imbauan Presiden. Jika ini dijadikan instruksi presiden, DPR bisa menjamin, tidak akan ada praktik perdagangan politik. Toh ini untuk kemaslahatan rakyat," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/6/2012).
Menurut Priyo, imbauan Presiden tidak disertakan sanksi yang tegas sehingga tidak ada jaminan program ini berjalan sesuai arahan Presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyarankan Presiden SBY lekas memperjelas dasar hukum gerakan hemat energi. DPR pun siap mendukung gerakan hemat energi.
"Seharusnya itu perintah dan instruksi tertulis. Kalau perlu dari Presiden. Idenya kita setuju, tapi harus betul-betul harus menjadi gerakan nasional dari birokrasi pemerintah. DPR sih siap-siap saja. Saya jelas memberikan apresiasi dan mendukung. Saran saya, Presiden menugaskan menteri-menteri melakukan keputusan bersama. Menjadi esensi penghematan energi di semua lini," papar politisi Golkar ini.
(van/aan)











































