"Bagi kita secara keseluruhan masalah DPT sudah selesai di tingkat keluarahan dan kecamatan. Kita sudah kroscek dengan KPU DKI jika ada laporan konstituen atau kader kita yang belum terdaftar sebagai pemilih," ujar Sekretaris Timses Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Budi, kepada detikcom, Kamis, (31/5).
Menurut Budi, pihaknya lebih baik berpikir positif terhadap upaya pendataan pemilih yang tengah dilakukan oleh KPU DKI Jakarta. Karena persoalan data pemilih memang akan terus berlangsung.
"Kita pahami kesulitan KPU dalam mendata, kan ada warga yang meninggal, dan sebagainya. Jadi akan tetap dianggap bermasalah' tuturnya.
"Walaupun kita temukan data bermasalah, kita tidak perlu mempublikasikannya (seperti tim pasangan lain)," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua KPU DKI Jakarta menuturkan terdapat sejumlah laporan dari beberapa tim pasangan calon terkait DPT bermasalah. Pada tanggal 20 Mei, pasangan Jokowi-Ahok memberikan sekitar seribu nama DPT bermasalah. Kemudian tanggal 21 Mei, tim pasangan Alex-Nono memberikan sekitar 100 nama DPT bermasalah, dan pada tanggal 30 Mei ditambah lagi seribuan nama.
(nrl/nrl)











































