Polisi Pernah Minta Kasus Syaifuddin Tidak Dilanjutkan

Polisi Pernah Minta Kasus Syaifuddin Tidak Dilanjutkan

- detikNews
Rabu, 18 Agu 2004 15:24 WIB
Surabaya - Orang tua Syaifuddin Umar, guru ngaji yang ditangkap dengan dugaan terorisme mengaku sempat didatangi tim dari Mabes Polri. Mereka meminta keluarga tutup mulut mengenai kasus ini.Hal itu diungkapkan ayah Syaifuddin, Umar Ibrahim, saat ditemui wartawan di kediamannya, Jl. Sidotopo Lor, (sebelumnya tertulis Jl. Soetopo), Surabaya, Jawa Timur, Rabu (18/8/2004)."Tanggal 16 Agustus, kami sempat didatangi tim dari Mabes Polri yang dipimpin Pak Gorries Merre. Kami diajak ke Rumah Makan Hanamasa di Jl. Gubeng, Surabaya," kata Umar.Dijelaskan Umar, dalam pertemuan tersebut Gorries mengakui, Tim Detasemen 88 Anti Teror Mabes Polri telah menangkap Syaifuddin. Namun Gorries membantah anggotanya telah melakukan penyiksaan terhadap Syaifuddin. Selanjutnya, sambung Umar, dirinya diminta untuk tidak lagi mempersoalkan masalah tersebut."Ada maksud agar masalah ini tidak diteruskan. Kemungkinan maksudnya begitulah. Tapi kami sekeluarga tidak menjawab, biar TPM (Tim Pembela Muslim) yang mengurus kita tidak ikut-ikut lagi," ungkap Umar.Memang semenjak mengetahui kondisi anaknya, Umar menyerahkan persoalan kepada TPM Jawa Timur. Umar mengatakan, langkah tersebut diambil karena tidak bisa menerima apa yang dialami oleh Syaifuddin.Depresi BeratSeperti diberitakan sebelumnya, Umar membenarkan kalau Syaifuddin saat ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan. Selain ada luka memar dan bekas sundutan rokok di sekujur tubuhnya, sejumlah kuku jari kaki Syaifuddin juga terkelupas. Siksaan fisik itu membuat Syaifuddin stres berat."Karena depresi itu kemudian Syaifuddin sempat kami bawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya. Kami sangat tidak bisa menerima perlakuan terhadap saya ini. Tidak peduli, polisi atau bukan yang melakukan," ungkap Umar.Hal lain yang sangat disesalkan Umar adalah dirinya terlambat mengetahui penangkapan terhadap anaknya. Umar mengaku, baru mengetahui nasib anaknya pada tanggal 11 Agustus. Padahal berdasarkan surat penangkapan, anaknya ditangkap pada tanggal 4 Agustus."Kita baru tahu pada tanggal 11 Agustus, saat itu saya ditelepon oleh seseorang yang mengatakan kalau anak saya berada di IRD (Instalasi Rawat Darurat) RS Dr. Soetomo. Sementara Surat Penangkapan saya terima melalui pos pada tanggal 13 Agustus," papar Umar.Lalu di mana Syaifuddin saat ini? Mengenai hal ini Umar mengaku anaknya masih dirawat di RS Menur. Namun sumber detikcom yang dekat dengan pihak keluarga Umar mengatakan, Syaufuddin berada di rumah Umar yang berlantai 3 tersebut."Yang pasti saya tidak percaya dengan tudingan keterlibatan Syaifuddin dalam kegiatan terorisme. Wong dia itu tidak pernah neko-neko (macam-macam). Dia hanya guru ngaji biasa dan sesekali keluar kota untuk berceramah," tegas Umar menutup pembicaraan. (djo/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads