"Saya tiga kali mendapatkan teror. Pertama yang berisi ganja dan yang kedua serta yang ketiga mendapat teror, tanpa isi ganja," kata Renny kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (31/5/2012).
Setelah mendapat paket isi ganja, teror yang ditujukan kepada keluarga Renny tidak berhenti sampai situ saja. Pada Senin (28/5) lalu, Renny tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah surat dari seseorang yang tidak dikenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keesokannya, Selasa (29/5), Renny kembali mendapatkan teror berisi surat. Surat tersebut dikirim seolah-olah dari seseorang bernama Ade Suryani, mahasiswi salah satu kampus di Jakarta.
"Isinya itu, dia minta tolong, mengaku disuruh seseorang bernama Venne untuk mengirimkan ganja," terang Renny.
Belakangan, diketahui bahwa surat tersebut dikirim oleh MRS alias Tesar (27), Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Berikut petikan surat teror yang diketik melalui komputer oleh si pelaku:
"Tante Reni, aku minta maaf banget, tolongin aku...aku cuma disuruh Miss Vene, wali kelasku. Aku Maret ma April dulu pernah bongkar liat isi paket waktu disuruh kirim ke Denpasar sama Makassar. Aku nggak ngerti kenapa Miss Vene pakai alamat Ibu Ros; guru PKN-ku...Kalau tidak salah, dalamnya ada kertas lagi. Ditulis sample pa simple yach, trs ada emailnya sama no rekeningnya kayaknya, soalnya ada angka-angka sama tulisan Mandiri gitu. Yang Makassar beda tante, aku lupa tulisannya BNI atau BRI. Tolongin aku tante, aku ngaku salah, aku cuma disuruh Miss Vene...Aku masih mau sekolah...aku nggak mau ketangkep..tolongin aku tante..apa aku jadi saksi? Tapi nanti aku malah di DO atau dimusuhin sekolahku..gimana nich tante...tolongin aku tante,"
(mei/lh)










































