"Ini situasi yang sangat memprihatinkan kita semua. Data terakhir menunjukan bahwa sekitar 7 persen siswa SD merokok, 16 persen siswa SMP merokok dan 24 persen siswa SMA merokok," terang Sekretaris KPAI M Ikhsan, Kamis (31/5/2012).
Hari tanpa tembakau dunia yang jatuh hari ini, harus dijadikan momentum untuk menyelamatkan anak-anak. Jangan sampai anak menjadi seorang perokok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi yang lebih memprihatinkan yakni banyak masyarakat yang tidak peduli, dan mendiamkan melihat anak-anak merokok, anak-anak bebas membeli rokok di warung dan bahkan sering anak-anak disuruh orang tua beli rokok ke warung.
"Orang tua atau orang dewasa masih rendah kesadaran akan bahaya rokok dan masih banyak ditemukan mereka merokok di rumah, di sekolah, pesantren dan tempat-tempat yang mengakibatkan anak terpapar asap rokok," tuturnya.
Pemerintah belum menerapkan peraturan yang tegas melarang merokok di tempat-tempat umum, walaupun seperti DKI Jakarta sudah ada peraturan daerah.
"Tetapi tidak pernah diterapkan dengan memberi denda masyarakat yang merokok di tempat umum untuk memberi efek jera pada masyarakat yang lain," tegas Ikhsan.
(ndr/nrl)











































